SEMARANG – Prestasi gemilang ditorehkan sektor pariwisata Jawa Tengah. Berdasarkan riset terbaru, provinsi ini berhasil menduduki peringkat teratas daya tarik pariwisata secara nasional dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp 2,77 triliun sepanjang 2024. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan kunci keberhasilan ini terletak pada dua strategi utama: pengembangan kawasan aglomerasi terintegrasi dan pemberdayaan massif desa wisata.
“Sektor pariwisata telah menjadi penggerak utama ekonomi dan pendapatan daerah. Komitmen kami adalah memperkuat dan memperbanyak destinasi berbasis potensi lokal,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Semarang, Kamis (8/1/2025).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menguatkan capaian ini. Kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Jateng pada 2024 melonjak 22% menjadi 68,88 juta orang. Sementara, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) juga naik signifikan sebesar 28% menjadi 593.168 orang.
Strategi Aglomerasi dan Pemberdayaan Desa Wisata
Gubernur Luthfi memaparkan, pengembangan kawasan aglomerasi seperti Kopeng, Borobudur, dan Rawapening menciptakan simpul-simpul destinasi yang saling terhubung dan saling menguatkan. Di sisi lain, sekitar seribu desa wisata menjadi tulang punggung pemerataan ekonomi.
“Para bupati/wali kota telah menetapkan desa wisata melalui SK untuk pembinaan berjenjang. Tujuannya, dari skala lokal bisa naik kelas menjadi destinasi antardaerah bahkan internasional,” jelasnya.
Diversifikasi Produk dan Pasar
Untuk memperluas segmentasi, Pemprov Jateng mendorong diversifikasi produk wisata. Selain andalan alam dan sejarah, pengembangan wisata kuliner, budaya, dan wisata ramah muslim menjadi prioritas.
“Pengembangan wisata ramah muslim sudah masuk dalam visi-misi kami. Posisi Jateng yang strategis di tengah Pulau Jawa menjadi keunggulan tersendiri,” tambah Gubernur Luthfi.
Sejumlah destinasi unggulan seperti Masjid Syeikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, serta Kawasan Borobudur dan Dieng terus menjadi magnet utama bagi kunjungan wisatawan. Dengan strategi yang terintegrasi ini, pariwisata Jawa Tengah tidak hanya unggul dalam angka, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat hingga pelosok desa.

Tinggalkan Balasan