Bandungrejo – Di tengah harmoni kehidupan masyarakat Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, terdapat sebuah persimpangan harapan dan kebutuhan. Jalan akses di depan Perumahan Pondok Majapahit I bukan sekadar hamparan aspal, melainkan urat nadi penghubung yang vital. Ia menjadi jalur alternatif penting bagi warga Desa Brumbung, Waru Tegal Arum, Taman Sari, dan perjalanan menuju Demak. Setiap fajar, denyut kehidupan mengalir deras melalui jalur ini—para pekerja, pelajar, dan masyarakat yang bergerak menuju Semarang atau ke arah Demak via Genuk, mengandalkan koridor ini sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitas penuh makna.
Oleh karena itu, rencana pemasangan barrier yang dapat menutup akses ini disambut dengan gelombang keprihatinan yang dalam. Atas panggilan solidaritas, ratusan warga dengan penuh ketulusan berduyun-duyun menyatakan dukungan, menyuarakan harapan agar jalan ini tetap terbuka. Bagi mereka, akses ini adalah simbol kebersamaan dan kemudahan yang telah lama menjadi penopang aktivitas sosial-ekonomi.
Pada Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 20.00, suara kebijaksanaan disampaikan oleh Bapak Sarmin, Ketua RW 05 Desa Bandungrejo. Dengan penuh wibawa dan tekad yang membaja, beliau menyampaikan pesan yang menguatkan: “Kita akan bersama-sama memperjuangkannya. Barrier ini jangan sampai memutus akses keluar-masuk dari dan ke Perumahan Pondok Majapahit I.” Pernyataan ini bukan hanya seruan, melainkan komitmen kolektif untuk menjaga kelancaran dan keamanan bersama.
Melalui narasi ini, keluarga besar Pondok Majapahit I dan seluruh warga yang terdampak menghaturkan permohonan dengan penuh hormat kepada Pemerintah dan pihak kontraktor terkait. Mereka berharap ada kebijakan yang mendengarkan aspirasi warga, merangkul kebutuhan riil masyarakat, dan dapat merealisasikan jalan tengah yang mempertahankan akses penting ini demi kemaslahatan dan kesejahteraan bersama.
Semoga setiap langkah kebijakan lahir dari dialog yang arif, mengutamakan rasa keadilan dan kepentingan masyarakat banyak.

Tinggalkan Balasan