SEMARANG – Ada yang berdenyut di area Akademi Kepolisian, Minggu (15/2/2026) sore itu. Bukan sekadar gedung baru yang berdiri, melainkan sebuah simbol ikatan abadi antara alumni dan almamater. Akpol Angkatan 1998 Batalyon Parama Satwika dengan bangga meresmikan Lobby Parama Satwika, sebuah fasilitas yang lahir dari kepedulian dan bakti untuk masa depan Polri.
Peresmian ditandai dengan kehadiran Dosen Kepolisian Utama Tk 2 Akpol, Brigjen Pol. Suharjimantoro, yang mewakili Gubernur Akpol. Tepuk tangan membahana saat gunting pemotong pita mengiris sempurna, menandai lahirnya ruang baru yang akan menjadi saksi bisu perjalanan para calon perwira.
Di balik dinding-dindingnya yang kokoh, Lobby Parama Satwika menyimpan makna yang dalam. Bagi Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi, Ketua Alumni Akpol 1998, ruangan ini adalah amanah.
“Lobby ini bukan sekadar ruang penerima atau tempat interaksi biasa. Ia adalah wajah pertama yang akan menyapa para tamu, ruang pertama yang akan dirindukan para taruna, dan tempat terakhir yang akan dikenang sebelum mereka melangkah menjadi perwira sejati,” ujarnya penuh haru.
Fasilitas ini dirancang sebagai pusat interaksi yang representatif—tempa di mana ide-ide besar lahir dari perbincangan hangat antara dosen dan taruna, tempat di mana silaturahmi antarangkatan terjalin, dan ruang di mana rasa bangga terhadap almamater terus dipupuk.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, Lobby Parama Satwika adalah investasi jangka panjang bagi kualitas SDM Polri. Dengan lingkungan pendidikan yang nyaman, tertib, dan profesional, proses pembelajaran diharapkan berjalan lebih efektif.
“Dengan diresmikannya Lobby Parama Satwika, diharapkan sarana prasarana pendidikan di Akademi Kepolisian semakin memadai, serta mampu mendukung proses pembelajaran yang efektif dalam mencetak perwira Polri yang profesional, modern, dan terpercaya,” tegas Ade Ary.
Presisi—Profesional, Berintegritas, dan Modern—bukan sekadar jargon. Ia adalah standar yang harus diemban setiap perwira. Dan Lobby Parama Satwika hadir sebagai salah satu fondasi untuk mencapai standar itu: tempat di mana karakter dibentuk, integritas ditempa, dan profesionalisme diasah.

Tinggalkan Balasan