SEMARANG – Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari, namun bagi Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, ini bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga. Di balik persiapan menyambut tamu agung, tersimpan misi yang lebih besar: menjadikan Semarang sebagai kota yang benar-benar religius dan ramah.

Jumat (20/2) sore, di Masjid Al Mutohar, Semarang Timur, Agustina memulai safarinya dengan aksi nyata. Didampingi Yayasan Upasraya Al-Fatihah, ia meluncurkan gerakan distribusi 20.000 mushaf Al-Qur’an terjemahan untuk seluruh elemen masyarakat—dari pondok pesantren, masjid, hingga sekolah-sekolah.

“Ini bukan sekadar membagi buku. Ini tentang membangun peradaban,” ujar Agustina di hadapan warga. Ia menegaskan bahwa gerakan literasi religi ini adalah fondasi spiritual untuk menyambut gelaran akbar MTQ Nasional yang akan digelar di Semarang pada September 2026 mendatang.

Dengan mata berbinar, Wali Kota mengajak warganya untuk berbenah total. “Mari kita tunjukkan bahwa Semarang itu nyaman, jalannya bersih, dan yang terpenting, warganya sangat ramah kepada pendatang. Semangat mengaji ini harus menghidupkan syiar di seluruh sudut kota,” imbuhnya.

Melalui 20.000 Al-Qur’an yang disiapkan oleh para donatur (muwakif), Agustina berharap semangat membaca dan memahami kitab suci tidak hanya berhenti di bulan Ramadan, tetapi terus bergema hingga pesta akbar MTQ tiba. Semarang tidak hanya siap secara infrastruktur, tapi juga siap secara hati.