SALATIGA – Di bawah langit malam yang bertabur bintang, Makorem 073/Makutarama berubah menjadi rumah ibadah yang hangat. Selasa (24/2/2026) malam itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., bersama Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro dan rombongan Pejabat Utama Kodam, hadir di tengah keluarga besar Korem 073/MKT untuk melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Bukan sekadar rutinitas ibadah, kehadiran Pangdam dan rombongan disambut penuh kehangatan oleh Danrem 073/MKT Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., beserta seluruh prajurit dan keluarganya. Suasana kekeluargaan terasa begitu kental ketika shaf-shaf salat berjajar rapat, melebur setiap pangkat dan jabatan dalam sujud yang sama.
Di sela-sela kekhusyukan ibadah malam, Pangdam Achiruddin menyampaikan pesan yang menyentuh relung hati. Toleransi, menurutnya, bukan sekadar kata—ia adalah napas yang menjaga Indonesia tetap kokoh. Di tengah keberagaman, kekuatan bangsa justru terletak pada kemampuan untuk saling menghormati, merangkul, dan berjalan berdampingan. Tarling di Makorem 073 menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur itu hidup dan tumbuh subur di lingkungan Kodam IV/Diponegoro.
Malam bergulir dengan khidmat. Gemuruh takbir dan lantunan ayat suci mengisi ruang, sementara doa-doa dipanjatkan bukan hanya untuk keselamatan pribadi, tetapi untuk keutuhan bangsa. Kebersamaan yang tercipta malam itu menjadi cermin bahwa persatuan tidak pernah mengenal sekat.
Hadir pula mendampingi Pangdam, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA., Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Abdul Hanis, S.I.P., M.Si., para Asisten Kasdam, serta para Dansat jajaran Korem 073/Mkt yang seluruhnya hadir bersama istri. Kehadiran para pejabat beserta keluarga menegaskan bahwa kebersamaan ini adalah pondasi kokoh yang terus dibangun, dari generasi ke generasi.
Di penghujung malam yang penuh berkah, satu pesan Pangdam menggaung lembut namun tegas: toleransi adalah kekuatan kita. Dan di bulan suci ini, di Makorem 073/Makutarama, pesan itu tidak hanya didengar—ia dihidupkan, dirasakan, dan dirajut dalam setiap hela napas kebersamaan.

Tinggalkan Balasan