DEMAK – Sebuah catatan emas baru saja terukir dalam sejarah kepolisian di Kabupaten Demak. Di tengah hiruk-pikuk tugas pelayanan publik yang tak pernah berhenti, langkah tegap dan kerja nyata jajaran Satreskrim, khususnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Demak, telah menorehkan prestasi membanggakan. Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, S.H., S.I.K., M.H., menerima langsung penghargaan istimewa dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Nasional. Penghargaan tersebut diserahkan dengan penuh khidmat di Lapangan Apel Polres Demak, disaksikan oleh seluruh personel dan undangan yang hadir, Senin (6/4/2026).
Penghargaan ini bukanlah pemberian yang seremonial belaka. Ia adalah puncak dari pengakuan terhadap kerja keras, konsistensi, dan inovasi yang ditunjukkan oleh Polres Demak selama dua tahun terakhir dalam menekan angka kejahatan terhadap perempuan dan anak. Bahkan, Ketua TRC PPA Nasional, Jeny Claudya Lumowa, bersama jajaran timnya sengaja datang langsung ke Demak, bukan sekadar mengirimkan piagam dari kejauhan. Kehadiran fisik ini adalah simbol penghormatan tertinggi atas capaian nyata yang dinilai luar biasa.
“Kami memahami bahwa capaian ini tidak mudah diraih. Penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak membutuhkan nyali, kesabaran, dan pendekatan yang multidimensi. Oleh karena itu, atas nama TRC PPA Nasional, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perjuangan dan kerja keras yang telah Bapak Kapolres dan seluruh jajaran Unit PPA Polres Demak lakukan. Ini adalah bukti bahwa polisi hadir sebagai pelindung bagi kelompok rentan,” ujar Jeny dalam sambutannya dengan nada haru dan penuh apresiasi.

Lebih lanjut, Jeny menyoroti bahwa capaian Polres Demak menjadi angin segar di tengah tantangan besar yang dihadapi bangsa dalam melindungi anak dan perempuan. Ia menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting dengan hadirnya Direktorat PPA di tingkat Mabes Polri. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan kebijakan nasional sangat bergantung pada kerja keras di tingkat bawah, seperti yang dicontohkan oleh Polres Demak. “Alhamdulillah, Bapak Kapolri tahun ini telah merealisasikan harapan para aktivis PPA. Dan hari ini, kami melihat langsung implementasi terbaiknya di Demak. Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam atas komitmen tanpa henti dalam melindungi perempuan dan anak. Ketika kita berbicara tentang anak, kita berbicara tentang masa depan. Ketika kita menjaga keselamatan mereka, sejatinya kita sedang memperjuangkan kehormatan bangsa,” pesannya dengan penuh semangat.
Momen haru pun menyelimuti lapangan apel ketika Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, menerima piagam penghargaan tersebut. Dalam sambutannya, pria yang dikenal dekat dengan masyarakat ini tidak serta-merta berbangga. Baginya, penghargaan ini adalah cermin dan cambuk sekaligus.
“Penghargaan dari TRC PPA ini bukan sekadar simbol atau pajangan di dinding kantor. Ini adalah cerminan dari kepercayaan publik yang semakin meningkat terhadap institusi Polri, khususnya Polres Demak. Kepercayaan ini adalah aset paling berharga yang harus kami jaga mati-matian. Kepercayaan ini lahir bukan dari omongan, melainkan dari kerja nyata, dari kepedulian, dari kesiapsiagaan anggota kami dalam memberikan pelayanan terbaik, terutama kepada korban yang paling rentan,” ujar AKBP Arrizal dengan suara lantang namun penuh ketulusan.
Ia melanjutkan dengan membuka fakta yang seringkali tidak terlihat di balik meja kerja. “Kami memahami betul bahwa setiap kasus yang melibatkan perempuan dan anak bukanlah perkara biasa. Di balik setiap laporan polisi, terdapat luka fisik yang menganga, trauma psikologis yang membekas, hingga masa depan seorang anak atau seorang ibu yang dipertaruhkan. Karena itu, kami di Polres Demak berpegang pada prinsip: penanganan kasus harus profesional, tetapi tidak boleh kering akan empati. Kami harus responsif, cepat, namun tetap menjunjung tinggi rasa keadilan yang hidup di masyarakat.”
AKBP Arrizal juga secara khusus mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Unit PPA yang dinilainya sebagai garda terdepan. “Saya titip pesan kepada seluruh anggota, khususnya Unit PPA. Jangan pernah alergi terhadap kritik dan jangan bersikap defensif terhadap masukan. Teruslah berbenah. Jadikan setiap masukan dari mitra seperti TRC PPA sebagai bahan bakar untuk menjadi lebih baik. Kehadiran TRC PPA adalah pengingat bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi, keterbukaan, dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pegiat perlindungan anak.”
Penghargaan ini menutup rangkaian apel pagi yang penuh makna. Bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah deklarasi bahwa Polres Demak di bawah kepemimpinan AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra berkomitmen untuk terus menjadi benteng terdepan perlindungan bagi perempuan dan anak. Sebuah harapan baru terbit di Bumi Trengguli, bahwa masa depan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi generasi penerus bangsa bukanlah mimpi, melainkan target yang terus diperjuangkan setiap hari. Penghargaan ini hanyalah awal dari babak baru pengabdian tanpa batas.

Tinggalkan Balasan