Tegal – Aksi pencurian meteran air milik pelanggan Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal belakangan ini semakin marak dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Berdasarkan laporan yang diterima, puluhan pelanggan diketahui menjadi korban kehilangan alat pengukur volume air tersebut, yang berdampak pada terganggunya distribusi air bersih ke rumah tangga maupun tempat usaha.


Fenomena ini mencuat setelah sejumlah warga di berbagai wilayah melaporkan hilangnya meteran air dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. Selain menimbulkan kerugian materiil, pencurian tersebut juga mengganggu pelayanan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.


Salah seorang warga Slawi, hamid mengungkapkan bahwa kantor tempatnya bekerja di kawasan Slawi Wetan baru-baru ini menjadi sasaran aksi pencurian. Pelaku diketahui berhasil membawa kabur dua unit meteran air sekaligus.


“Di kantor saya ada dua water meter yang hilang. Jelas itu dicuri. Kejadian serupa juga dialami rumah tetangga. Bahkan, yang terbaru saya mendapat informasi bahwa sebuah vihara juga kehilangan meteran air. Masyarakat harus lebih waspada karena kasus kehilangan meteran air saat ini semakin banyak terjadi,” ujar hamid, Sabtuu (13/6/2026).


Meningkatnya kasus pencurian meteran air ini menjadi perhatian serius karena selain merugikan pelanggan, juga berpotensi mengganggu operasional pelayanan air minum. Warga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap instalasi meteran yang terpasang di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan.


Sementara itu, masyarakat berharap aparat keamanan bersama pihak Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal dapat segera mengambil langkah-langkah antisipatif guna mencegah terulangnya kejadian serupa dan mengungkap pelaku yang selama ini meresahkan warga.