Pemalang – Universitas Diponegoro akan menerjunkan sejumlah mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kabupaten Pemalang. Para mahasiswa tersebut akan ditempatkan di lima kecamatan, salah satunya di Kecamatan Taman.
Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program, Pemerintah Kecamatan Taman bersama tim pendamping dari Universitas Diponegoro menggelar kegiatan prapelaksanaan berupa survei lokasi di 10 desa yang menjadi sasaran KKN.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi wilayah, potensi desa, serta kebutuhan masyarakat yang dapat menjadi fokus program kerja mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
Camat Taman, Dedi Sarwoaji, menjelaskan bahwa survei lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan KKN berjalan efektif, terarah, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Prapelaksanaan ini dilakukan melalui survei lokasi di 10 desa yang ada di wilayah Kecamatan Taman. Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaksanaan KKN nantinya dapat berjalan lebih optimal dan selaras dengan kebutuhan masyarakat desa,” ujarnya 23/06/2026.
Menurut Dedi, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pihak perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam menciptakan program pengabdian yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa.
Melalui pemetaan awal yang dilakukan dalam survei tersebut, diharapkan mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dapat menyusun program kerja yang tepat sasaran, berbasis potensi lokal, serta mendukung upaya pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Kehadiran mahasiswa KKN di Kecamatan Taman juga diharapkan dapat menjadi katalisator inovasi dan penguatan kapasitas masyarakat desa, sekaligus mempererat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Program KKN Undip Tahun 2026 di Kabupaten Pemalang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan ekonomi, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga pengembangan potensi desa yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
Tinggalkan Balasan