Tegal – Penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal terus berlanjut. Setelah melaksanakan rotasi dan mutasi terhadap tujuh pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon II, Pemerintah Kabupaten Tegal kini bersiap melangkah ke tahapan berikutnya, yakni mengisi delapan jabatan strategis kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hingga kini masih kosong.


Pengisian jabatan tersebut akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka (selter) sebagai bagian dari penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus memastikan roda birokrasi dan pelayanan publik berjalan secara optimal.


Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, didampingi Wakil Bupati Tegal serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, usai melantik tujuh pejabat eselon II di Pendopo Amangkurat, Slawi.


Di hadapan awak media, Bupati Ischak mengungkapkan bahwa proses seleksi terbuka akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Menurutnya, pengisian jabatan definitif pada delapan OPD menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam memperkuat efektivitas organisasi dan mempercepat pelaksanaan program pembangunan.


“Mungkin dalam waktu dekat ini (seleksi terbuka akan dimulai),” ujar Ischak Maulana Rohman saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai jadwal pelaksanaan seleksi terbuka.


Pengisian delapan jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut diharapkan mampu menghadirkan pemimpin perangkat daerah yang memiliki kompetensi, integritas, rekam jejak, serta kapasitas kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Kehadiran pejabat definitif juga diyakini akan mempercepat proses pengambilan kebijakan, meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah, serta mengoptimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Seleksi terbuka menjadi instrumen penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja.

Oleh karena itu, publik menaruh harapan agar seluruh tahapan seleksi berlangsung secara transparan, objektif, kompetitif, dan bebas dari intervensi, sehingga menghasilkan pemimpin OPD yang mampu mendukung visi pembangunan Kabupaten Tegal sekaligus menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis.