BOYOLALI – Upaya preventif memberantas kenakalan remaja terus digalakkan Polres Boyolali dengan mendatangi langsung pusat-pusat pendidikan. Pada Senin (10/8/2026), giliran SMK Muhammadiyah 4 Boyolali yang menjadi lokasi pembinaan intensif. Bertindak sebagai pembina apel pagi, Kapolsek Boyolali Kota AKP Andy Setiawan, S.H. memberikan pengarahan khusus kepada seluruh siswa sejak pukul 07.00 hingga 08.00 WIB di lapangan sekolah, menjadikan momen baris-berbaris sebagai ajang edukasi hukum yang aplikatif.
Dalam arahannya, Kapolsek mengangkat isu hangat yang kerap meresahkan masyarakat, yakni tawuran antarpelajar, bullying, serta pergaulan bebas. Dengan tegas namun bijak, AKP Andy mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpancing emosi atau terprovokasi oleh ajakan dari pihak mana pun yang berujung pada kekerasan. Ia menekankan bahwa tindakan anarkis tidak hanya merugikan diri sendiri dan korban, tetapi juga mencoreng nama baik sekolah dan keluarga. “Jangan korbankan masa depan hanya karena gengsi sesaat. Jadilah pelajar yang berprestasi, bukan perusak,” pesannya di hadapan ratusan peserta apel.
Tak hanya menyoroti aspek hukum dan kedisiplinan, Kapolsek juga mengajak para pelajar untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan positif yang membangun karakter. Ia mendorong siswa untuk aktif dalam organisasi sekolah, ekstrakurikuler, maupun komunitas sosial yang bermanfaat. Pendekatan humanis ini diharapkan mampu menjadi benteng mental bagi generasi muda agar terhindar dari gaya hidup negatif yang dapat merusak masa depan mereka. Kepolisian menilai bahwa remaja yang sibuk dengan aktivitas produktif akan lebih sulit terjerumus ke dalam kenakalan.
Poin menarik lainnya dalam pembinaan kali ini adalah pengenalan mengenai Artificial Intelligence (AI) dan etika berlalu lintas. AKP Andy menyadarkan siswa bahwa di era digital, tantangan tidak hanya datang dari kekerasan fisik, tetapi juga dari penyalahgunaan teknologi. Oleh karena itu, para pelajar didorong untuk memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak guna menunjang proses belajar dan inovasi, sembari tetap mengedepankan keselamatan berkendara di jalan raya. Perpaduan materi ini menjadikan pembinaan terasa relevan dan menyentuh aspek kehidupan siswa sehari-hari.
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih, S.H. menegaskan bahwa kegiatan pembinaan di sekolah merupakan komitmen jangka panjang kepolisian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. “Pelajar adalah cikal bakal pemimpin bangsa, sehingga kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat mutlak diperlukan untuk mencegah tawuran serta perilaku negatif lainnya,” ujarnya. Alhamdulillah, rangkaian apel dan penyampaian materi di SMK Muhammadiyah 4 Boyolali berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme, menandakan kesadaran hukum di kalangan pelajar mulai terbangun dengan baik.
Tinggalkan Balasan