UNGARAN – Dua bulan lamanya warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, harus bertahan dengan keterbatasan air bersih setelah aliran Pamsimas yang selama ini menjadi andalan mereka berhenti mengalir. Warga terpaksa mengantre di masjid untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak. Merespons kondisi darurat tersebut, Polres Semarang bergerak cepat dengan menyalurkan 60.000 liter air bersih, Rabu (12/8/2026), sebagai wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat.
Bantuan tersebut dibagi dalam 5 tangki air berkapasitas 6.000 liter, didukung oleh 30 mobil komunitas EGS (Eltitusi Gedong Songo) yang masing-masing membawa 1.000 liter air bersih. Dengan dukungan puluhan kendaraan tersebut, distribusi air dapat dipercepat hingga ke titik-titik RW di seluruh Desa Kemitir, memastikan setiap warga mendapatkan jatah yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Pendistribusian dipimpin langsung Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., yang turun ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata Polres Semarang untuk hadir dan peduli terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Kami mendapatkan informasi bahwa warga di Dusun Ngoho sudah sekitar dua bulan mengalami kesulitan air bersih. Karena itu, kami bersama stakeholder terkait berupaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, air bersih adalah kebutuhan mendasar, dan kepolisian tidak hanya berperan dalam keamanan, tetapi juga hadir saat masyarakat menghadapi persoalan sosial maupun kondisi darurat.
Sinergi lintas sektor mewarnai kegiatan ini, dengan turut hadir Kepala BPBD Kabupaten Semarang Muh. Muslih, Kepala PMI Kabupaten Semarang Muh. Taufik, anggota DPRD Kabupaten Semarang Lia Amelia, Camat Sumowono Agung Heru Suryono, Ba Tuud Koramil Sumowono Peltu Rokhani, Kepala Desa Kemitir Puji Utomo, serta Ketua Komunitas EGS Sholikun. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa penanganan dampak kekeringan membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah, hingga komunitas masyarakat.
Warga pun menyambut bantuan ini dengan penuh syukur. Sutiyah (64), salah seorang warga Dusun Ngoho, mengaku sangat terbantu karena selama dua bulan terakhir ia dan tetangganya hanya mengandalkan air dari masjid untuk bertahan. Kepala Desa Kemitir Puji Utomo juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Semarang dan semua pihak yang peduli. Polres Semarang berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga selama musim kemarau masih berlangsung, sekaligus menjadi bukti bahwa Polri selalu hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tinggalkan Balasan