KENDAL – Di ketinggian tebing yang menjulang 40 meter, Sang Saka Merah Putih berkibar dengan gagah. Sebanyak 20 personil Kantor SAR Semarang sukses mengibarkan bendera berukuran 25 x 10 meter persegi di Tebing Djaro, Desa Pagertoyo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Rabu (12/8/2026). Aksi heroik ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat kebangsaan dapat diwujudkan melalui keberanian dan profesionalisme di medan ekstrem.

Dipimpin langsung oleh Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono S.E., M.M., pengibaran bendera dilaksanakan dalam sebuah seremonial upacara bendera yang penuh khidmat. Namun yang membedakan, puncak acara bukanlah menaikkan bendera seperti umumnya, melainkan enam personil rescuer yang secara perlahan dan serentak turun dari tebing dengan teknik rappeling sambil membuka gulungan bendera merah putih. Pemandangan dramatis itu menyita perhatian seluruh peserta upacara yang hadir di bawah tebing.

Dalam sambutannya, Budiono menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang sangat dalam. Bendera yang dikibarkan bukan sekadar simbol kemerdekaan, tetapi juga lambang semangat, keberanian, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. “Di medan ketinggian ini, kita menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kemampuan, keberanian, profesionalisme, dan kepedulian terhadap sesama. Bagi insan SAR, kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diisi dengan pengabdian,” ujarnya dengan penuh haru.

Lebih lanjut, Budiono menegaskan bahwa setiap tugas kemanusiaan yang dijalankan oleh tim SAR adalah wujud nyata dari pengabdian kepada kemerdekaan. “Setiap kali kita hadir membantu masyarakat yang mengalami musibah, setiap kali kita menembus medan yang sulit, dan setiap kali kita berusaha menyelamatkan satu jiwa, di situlah kita memberikan makna nyata bagi kemerdekaan,” lanjutnya. Pengibaran bendera kali ini tidak hanya melibatkan personil Kantor SAR Semarang, tetapi juga dihadiri oleh 81 personil serta perwakilan dari berbagai potensi SAR yang berada dalam koordinasi kantor setempat, sebagai bentuk sinergitas yang selama ini terus terjalin.

Budiono pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari pemasangan sistem, safety officer, hingga petugas pengibar yang bertindak dengan penuh keberanian. “Kami berharap kebersamaan dan kekompakan yang kita bangun tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi terus terjaga dalam setiap pelaksanaan tugas kemanusiaan,” pungkasnya. Dengan aksi spektakuler di tebing Djaro, tim SAR Semarang telah membuktikan bahwa jiwa kemerdekaan dapat dikobarkan di mana pun, bahkan di titik paling ekstrem sekalipun, demi menjaga nama baik bangsa dan keselamatan sesama.