BANDUNGREJO – Suasana khidmat namun meriah menyelimuti Perumahan Alfa Residence V, RT 16 RW 05, Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Minggu (16/8/2026) malam. Puluhan warga dengan penuh antusias menghadiri acara tirakatan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

Malam yang penuh makna ini menjadi istimewa, bukan hanya karena kemeriahannya, tetapi karena perjalanan panjang komunitas di dalamnya. Pakde Harto, sesepuh yang mendapat kehormatan menerima potongan tumpeng pertama, mengenang masa-masa awal perumahan ini berdiri. “Empat tahun lalu, tempat ini baru dihuni empat orang. Sekarang luar biasa, warganya sudah banyak dan semangatnya terasa sampai ke tulang,” ujarnya haru. Perkembangan pesat inilah yang membuat malam tirakatan tahun ini terasa lebih meriah dan penuh syukur.

Rangkaian acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan Teks Proklamasi oleh Aylin Fahira, diikuti pembacaan Pancasila oleh Muhammad Haikal, serta puisi patriotik yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Maudy Janneta Jasmin. Puncak dari bagian seremonial adalah pemotongan tumpeng oleh Ketua RT 16, Waspodo, yang kemudian diserahkan kepada sesepuh RT sebagai bentuk penghormatan.

Dalam sambutannya, Waspodo menekankan bahwa acara ini lebih dari sekadar agenda tahunan. “Malam tirakatan ini adalah momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Semangat perjuangan mereka harus kita lanjutkan, bukan dengan angkat senjata, tetapi dengan menjaga persatuan, kerukunan, dan kebersamaan di lingkungan kita,” tegasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga yang telah bahu-membahu mewujudkan acara ini.

Suasana khidmat kemudian berubah menjadi riuh rendah tawa dan sorak-sorai saat acara puncak tiba: pembagian hadiah dan perlombaan rakyat. Berbagai lomba unik diadakan untuk seluruh lapisan warga, mulai dari balita hingga orang tua. Untuk anak-anak dan balita, ada lomba mengumpulkan bola, lomba kelereng, dan lomba mengumpulkan karet. Para remaja unjuk kebolehan dalam lomba pukul air.

Tak kalah seru, para ibu-ibu berlomba dalam lomba sarung balon dan lomba wakul, sementara bapak-bapak menunjukkan kegesitan mereka dalam lomba tendang bola dan lomba wakul. Puncak kekompakan terlihat dalam lomba kategori pasangan, seperti lomba joget balon dan lomba memasukkan pensil ke dalam botol yang mengundang gelak tawa penonton.

Malam yang penuh makna itu ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan dilanjutkan dengan makan bersama, mempererat tali silaturahmi di antara seluruh warga. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Terus Melaju, Bersatu, dan Bersama Membangun Indonesia.