UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyerahkan bantuan 15 kaki palsu kepada penyandang cacat fisik. Bantuan yang bersumber dari APBD 2026 tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kemandirian penyandang disabilitas.
Penyerahan bantuan dilakukan di Aula Kantor Dinsos Kabupaten Semarang, Selasa (18/8/2026) siang. Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah, mewakili Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, menyerahkan langsung bantuan kepada para penerima.
Salah satu penerima bantuan, Mariyono (53), warga Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, tampak ceria setelah menerima kaki palsu. Ia bahkan langsung mengenakannya dan mencoba berjalan.
“Kaki saya patah karena kecelakaan kerja. Terima kasih atas bantuannya melalui TKSK. Kaki palsu ini sangat membantu saya beraktivitas normal kembali,” ujar Mariyono usai menerima bantuan.
Istichomah menjelaskan, sebanyak 15 unit kaki palsu diberikan kepada warga dari sejumlah kecamatan. Para penerima ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Rinciannya, dua penerima berasal dari Kecamatan Bancak, tiga dari Pringapus, dua dari Suruh dan dua dari Ungaran Timur. Sementara penerima dari Bergas, Pabelan, Kaliwungu, Ungaran Barat dan Ambarawa masing-masing satu orang.
“Warga yang telah disetujui kemudian mengikuti pengukuran oleh rekanan pembuat kaki palsu. Hari ini langsung kita serahkan,” jelas Istichomah.
Ia menambahkan, Dinsos Kabupaten Semarang masih akan menambah enam unit kaki palsu melalui anggaran perubahan 2026. Tambahan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan masyarakat yang telah masuk ke Dinsos.
Jumlah bantuan tahun ini meningkat dibandingkan 2025 yang hanya sebanyak 10 unit. Bahkan, Dinsos memastikan program bantuan kaki palsu tetap dianggarkan pada 2027 mendatang.
Sementara itu, TKSK Ungaran Timur Ary Prasetyawan mengatakan, para penerima bantuan dapat terus berkomunikasi dengan TKSK selama menjalani masa penyesuaian dalam menggunakan kaki palsu.
“Semua TKSK siap membantu,” tegasnya.
Program bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan kemandirian para penyandang cacat fisik sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih optimal.
Tinggalkan Balasan