BOYOLALI – Polres Boyolali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran kegiatan keagamaan dengan memperkuat pengamanan Tawajuhan dan Haul Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah ke-46. Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Barrurohmah Al Hidayah, Desa Candigatak, Kecamatan Cepogo, pada Kamis (27/8/2026) itu diprediksi akan dihadiri oleh ribuan jamaah, termasuk sejumlah tamu yang datang dari luar kota bahkan luar pulau. Menyadari potensi kerumunan massa yang besar, aparat kepolisian pun bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.

Kesiapan pengamanan tersebut dimulai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan di halaman MI Candigatak pada pukul 07.15 WIB. Apel yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Boyolali, Kompol Solikhin, S.H., ini diikuti oleh 30 personel gabungan yang terdiri dari jajaran Polres Boyolali dan Polsek Cepogo. Suasana apel berlangsung khidmat dan penuh semangat, menandakan kesiapan fisik dan mental para personel dalam menjalankan tugas mulia ini.

Dalam arahannya, Kompol Solikhin menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi mengingat konsentrasi massa yang hadir dalam kegiatan haul tersebut. Ia mengingatkan agar setiap personel tidak lengah terhadap potensi gangguan keamanan, baik yang bersifat fisik maupun non-fisik, mengingat acara ini berlangsung dalam durasi waktu yang cukup panjang. “Laksanakan tugas dengan penuh kewaspadaan, tetap jaga kesehatan, serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab,” ujar Kompol Solikhin dengan tegas di hadapan para anggota.

Selain aspek keamanan ketat, Kabag Ops juga menyoroti pentingnya pelayanan yang humanis dan ramah kepada seluruh jamaah yang hadir. Para personel diminta untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi tawajuhan hingga doa bersama, berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Kehadiran polisi di tengah-tengah jamaah diharapkan mampu memberikan rasa nyaman dan tenang, sehingga para peziarah dan pengikut haul dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa rasa khawatir.

Polres Boyolali mengusung pendekatan pengamanan yang humanis dengan tetap memperhatikan situasi kamtibmas di sekitar lokasi kegiatan. Personel tidak hanya bertindak sebagai pengawal keamanan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang siap membantu mengatur arus lalu lintas, memberikan informasi, serta membantu jamaah yang membutuhkan pertolongan. Hal ini sejalan dengan komitmen Polri untuk selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam setiap agenda keagamaan maupun sosial.

Usai pelaksanaan apel, seluruh personel langsung menempati ploting atau pos masing-masing sesuai dengan skenario pengamanan yang telah ditentukan. Mereka pun mulai menyisir area pondok pesantren dan jalur akses menuju lokasi untuk memastikan tidak ada celah gangguan keamanan. Hingga berita ini diturunkan, pelaksanaan apel pengamanan dan penempatan awal personel berlangsung dalam situasi aman dan kondusif, dan seluruh rangkaian acara Haul Thoriqoh ke-46 pun dipantau secara ketat agar berjalan lancar hingga selesai.