Tegal – Pemerintah Kabupaten Tegal memperkuat langkah penanggulangan masalah kesehatan masyarakat dengan merangkul tokoh agama sebagai mitra strategis.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, mengajak para ulama dan pengasuh pondok pesantren untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, serta berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.


Ajakan tersebut disampaikan Ischak saat membuka Halaqah Ulama yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tegal di Gedung Syailendra, Hotel Grand Dian Slawi, Rabu (28/10/2026).


Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam membangun kepedulian kolektif terhadap persoalan kesehatan dan sosial. Peran ulama dinilai penting karena memiliki kedekatan dengan masyarakat serta pengaruh moral yang mampu mendorong perubahan perilaku secara lebih luas.


Dalam sambutannya, Ischak menegaskan bahwa penanganan TBC dan HIV/AIDS tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun tenaga medis di puskesmas dan rumah sakit.

Diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk ulama dan lingkungan pesantren, agar upaya pencegahan serta edukasi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.


“Ulama bukan hanya menjadi rujukan dalam persoalan keagamaan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun kepedulian, menyampaikan pesan kebaikan, dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Dalam konteks itulah peran ulama menjadi sangat strategis,” kata Ischak.


Menurutnya, pendekatan keagamaan yang disampaikan secara bijaksana dapat menjadi jembatan untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, mencegah penularan penyakit, serta mendukung mereka yang membutuhkan pendampingan.


Keterlibatan tokoh agama juga diharapkan mampu mengikis stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV maupun masyarakat yang sedang menjalani pengobatan TBC. Edukasi yang tepat, sikap empati, serta dukungan lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman bagi masyarakat untuk mencari informasi dan mengakses layanan kesehatan.


Pondok pesantren dan berbagai lembaga keagamaan pun memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Melalui dakwah, dialog, dan pembinaan umat, pesan mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit, serta kepedulian sosial dapat disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan diterima.


Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa persoalan kesehatan masyarakat bukan semata-mata urusan medis, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan sosial, edukasi berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor.


Melalui Halaqah Ulama tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah, MUI, ulama, pengasuh pesantren, dan masyarakat untuk memperkuat pencegahan TBC dan HIV/AIDS serta menangani persoalan sosial secara lebih terarah.


Ketika ulama dan pemerintah berjalan beriringan, dakwah tidak hanya menguatkan nilai-nilai spiritual, tetapi juga dapat menjadi kekuatan nyata dalam menjaga kesehatan, martabat, dan kesejahteraan masyarakat.