TEGAL – Gangguan perjalanan kereta api akibat banjir yang merendam jalur rel di wilayah Pekalongan berimbas pada menumpuknya penumpang di Stasiun Kereta Api (KA) Tegal, Minggu (18/1/2026) malam. Sejumlah perjalanan terpaksa dibatalkan dan dialihkan, menciptakan kepadatan yang memerlukan penanganan cepat dan terpadu.

Merespons kondisi darurat ini, Polres Tegal Kota di bawah pimpinan Kapolres AKBP Heru Cahya Antariksa langsung bergerak bersinergi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Tujuannya jelas: memulihkan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan ribuan penumpang yang terdampak.

Personel kepolisian turun ke lapangan untuk melakukan pengamanan, mengatur arus penumpang, dan mencegah potensi kepanikan. Dukungan logistik disiapkan, termasuk dua unit truk untuk antisipasi pengalihan penumpang. Di sisi lain, PT KAI melalui pengelola Stasiun Tegal menunjukkan komitmen pelayanan dengan menyediakan 10 unit bus gratis untuk mengantarkan penumpang sesuai tujuan tiket. Layanan refund tiket yang diperpanjang hingga tujuh hari, baik offline maupun online, juga menjadi solusi bagi para calon penumpang.

Berkat koordinasi yang solid, situasi yang semula padat dan berpotensi kacau berhasil diredam. Kepadatan penumpang berangsur berkurang, aktivitas di stasiun kembali terkendali, dan layanan dapat berjalan normal.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, mengapresiasi sinergi cepat ini. “Langkah mitigasi ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan di tengah situasi darurat. Kolaborasi antara kepolisian dan stakeholder transportasi krusial untuk memberikan kepastian serta kenyamanan bagi masyarakat,” tegas Artanto, Senin (19/1).

Keberhasilan penanganan ini menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif dan responsif adalah kunci dalam mengelola dampak gangguan transportasi, sehingga hak dan keselamatan warga selalu menjadi prioritas utama.