SEMARANG – Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti Markas Kiai Santri Pancasila di Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Selasa (14/4/2026) malam. Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) menggelar acara halalbihalal yang dihadiri para pendiri, pembina, dewan syuro, pengurus, serta masyarakat setempat. Acara sederhana namun khidmat itu menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman organisasi kemasyarakatan Islam.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, dalam sambutannya mengapresiasi kiprah FKSP yang dinilai sebagai embrio lahirnya Kampung Pancasila di wilayah Genuk. Menurutnya, perbedaan latar belakang organisasi bukanlah penghalang untuk bersatu. “FKSP ini luar biasa. Dari inisiatif kebersamaan, kini berkembang menjadi organisasi lintas aliran Islam yang mampu menjadi payung persatuan. Ini contoh konkret pengamalan Pancasila di tengah masyarakat,” ujar Iswar seraya berharap semangat gotong royong terus dipelihara di tengah tantangan sosial yang kompleks.

Ketua FKSP, Achmad Robani Albar, menjelaskan bahwa forum ini didirikan oleh sembilan tokoh dari berbagai ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, LDII, Ahmadiyah, dan ICMI dengan visi menjembatani perbedaan yang kerap menjadi sekat. “FKSP lahir dari kesadaran bahwa perbedaan adalah keniscayaan. Dengan semangat ukhuwah islamiyyah, perbedaan bisa dirangkul menjadi kekuatan membangun bangsa berdasarkan Pancasila,” kata Robani. Ia menambahkan, FKSP tak hanya ruang dialog tetapi juga motor kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat.

Acara semakin semarak ketika Gus Ali tampil memimpin salawat bersama, menciptakan suasana religius yang menyentuh dan mempererat rasa persaudaraan. Tak hanya itu, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan door prize, pembagian sembako bagi warga tua dan kurang mampu, serta pengumuman program bedah rumah yang didukung Baznas Kota Semarang. Langkah-langkah sosial ini mendapat sambutan hangat warga, yang menilai FKSP sebagai organisasi yang nyata memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Turut hadir Camat Genuk, Lurah Genuksari, Kapolsek, dan Danramil Genuk—menegaskan dukungan terhadap FKSP sebagai jembatan antara masyarakat, pemerintah, dan aparat. “Di tengah arus perubahan sosial yang cepat, FKSP hadir sebagai ruang temu. Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan penegasan bahwa persatuan masih mungkin dirawat,” ujar Robani. Ketua Dewan Syuro Sun Djok San menutup dengan puisi: “Dari Genuksari, ukhuwah, gotong royong, dan kebersamaan bukan jargon, melainkan praktik hidup yang terus dijaga, dari warga, oleh warga, dan untuk bangsa.”