SURAKARTA – Dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-10, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) P2RPTI Solo Raya menggelar Seminar Nasional dan Pameran yang berlangsung khidmat di Hotel Dana Solo, Kamis (9/4/2026). Acara ini tidak sekadar perayaan, melainkan sebuah deklarasi nyata bahwa industri tembakau berbasis kerakyatan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Hadir dalam forum bergengsi ini, para pemangku kepentingan dari berbagai lembaga: Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah, Dinas Koperasi dan Perindustrian Kota Surakarta, jajaran DPRD Sukoharjo, unsur TNI/Polri, Bea Cukai, hingga puluhan peserta dari berbagai kalangan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci keberhasilan pemberdayaan ekonomi dari hulu ke hilir.
Ir. Gotot Muhtari, Ketua DPC P2RPTI Solo Raya sekaligus penggagas acara, menegaskan lima pilar utama kegiatan ini. Pertama, mengakui kontribusi besar pabrik rokok dan petani tembakau sebagai penyumbang pajak terbesar melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kedua, mendorong pertanian tembakau ramah lingkungan dengan mengurangi pupuk dan pestisida kimia, beralih ke pupuk organik demi hasil berkualitas tinggi. Ketiga, melindungi masyarakat dari dampak kesehatan merokok melalui kegiatan preventif. Keempat, merumuskan kontribusi nyata P2RPTI dalam pembangunan ekonomi melalui pola lantai ekonomi yang terintegrasi. Kelima, memberdayakan anggota P2RPTI agar lebih aktif memajukan perekonomian nasional.
Pameran yang berlangsung meriah diikuti oleh pabrik rokok ternama seperti Jambu Bol Kudus dan Gajah Mungkur (GM) , para petani tembakau dari Solo Raya, petani buah, serta pabrik pupuk organik dari Cibinong, Jawa Barat. Mereka tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga berbagi praktik baik dalam budidaya yang berkelanjutan.

Di sisi lain, seminar menghadirkan dua narasumber ahli. Seorang dokter dari RSUP Surakarta dr. N Eva S.Sp.P (K) Onk ,M.Kes, FAPSR (dokter spesialis paru) membahas manajemen kesehatan masyarakat terhadap dampak konsumsi rokok, sementara Dr. Muji Lestari, S.P., M.M., memaparkan strategi optimalisasi budidaya tembakau untuk meningkatkan kualitas produksi guna memenuhi kebutuhan pasar global. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dan penuh antusiasme, menandakan kepedulian tinggi terhadap masa depan industri ini.
Puncak acara adalah Musyawarah Kerja (Muswil) untuk pemilihan dan pengukuhan Ketua DPD P2RPTI Jawa Tengah masa bakti 2026–2031. Dengan persetujuan rapat pleno dan muswil, Bapak Bagyo Jayadi, S.H., M.H. resmi terpilih menggantikan Bapak Mulyani, M.Pd., yang dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal DPP P2RPTI. Ketua Umum Suratno Syukron dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus DPC P2RPTI Solo Raya, terutama Ir. Gotot Muhtari, atas suksesnya penyelenggaraan seminar, pameran, dan muswil ini.

“Semoga karesidenan lainnya di Jawa Tengah dapat segera menyusul melaksanakan peringatan dan menyongsong Harlah ke-10 P2RPTI yang jatuh pada 15 April 2026 dengan semangat yang sama,” ujar Suratno Syukron.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan silaturahmi penuh kehangatan, meninggalkan pesan kuat: bahwa kolaborasi antara pabrik rokok, petani tembakau, dan pemerintah adalah fondasi kokoh bagi kemandirian pangan dan ekonomi bangsa.

3 Komentar
Sinergi petani dan pabrik rokok berharap terjalin hubungan dengan baik upaya untuk mensejahterakan petani tembakau pada khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya
Halo tim redaksi apakah bisa memberikan koreksi terkait artikel tersebut, mohon bisa disebutkan nama dokter yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut, dr. N Eva S.Sp.P (K) Onk ,M.Kes, FAPSR (dokter spesialis paru)
Sampun Bapak,matur suwun atas koreksinya