DEMAK – Suasana khusyu’ menyelimuti Masjid Uswatun Hasanah Polres Demak, Kamis (9/7/2026), ketika puluhan personel kepolisian dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal).

Kegiatan rutin ini bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan bentuk komitmen Polres Demak dalam membangun sumber daya manusia yang unggul—tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kokoh secara spiritual dan emosional. Di tengah tuntutan tugas kepolisian yang kian kompleks, pembinaan ini menjadi ruang bagi para personel untuk merenung dan mengisi ulang energi batiniah mereka.

Mengusung tema yang menyentuh ranah paling personal, Ustadz Wildan Badruz Zaman dari Kecamatan Karangawen menyampaikan tausiah yang membuka mata para peserta. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang anggota Polri dalam mengemban amanah tidak semata ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan sangat dipengaruhi oleh ketenangan hati yang ia peroleh dari keluarganya. Sebuah keluarga yang dibangun atas dasar kasih sayang, saling menghormati, dan dukungan penuh akan menjadi “benteng” yang memperkuat mental personel saat menghadapi tekanan dan tantangan di lapangan.

Lebih jauh, Ustadz Wildan mengingatkan dua pilar penting yang sering kali terlupakan dalam kesibukan bekerja: sumber rezeki dan sedekah. Menurutnya, setiap nafkah yang dibawa pulang ke rumah harus dipastikan kehalalannya, karena rezeki yang haram akan merusak ketenangan keluarga dan menghilangkan berkah dari seluruh penghuni rumah.

“Rumah tangga yang harmonis akan menghadirkan ketenangan hati. Dari ketenangan itulah lahir semangat bekerja, keikhlasan dalam mengabdi, dan kemampuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pastikan pula setiap nafkah yang dibawa pulang berasal dari rezeki yang halal, serta jangan pernah meninggalkan sedekah karena di sanalah Allah SWT menghadirkan keberkahan,” ujar Wildan dengan penuh penekanan.

Senada dengan pesan sang ustadz, Kasubbag Watpers Polres Demak, Kompol Suwarjo, menegaskan bahwa pembinaan rohani dan mental merupakan bagian integral dari pembangunan karakter Polri yang berintegritas. Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan melalui Binrohtal—mulai dari kejujuran, keharmonisan keluarga, hingga semangat berbagi—bukanlah sekadar teori, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan bekal ini, setiap personel diharapkan tidak hanya menjadi aparat yang profesional, tetapi juga manusia yang humanis dan dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Binrohtal ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam kebesaran dan kewibawaan seorang polisi, terdapat seorang ayah, ibu, atau anak dalam sebuah keluarga yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Polres Demak berharap, melalui pembinaan spiritual yang berkelanjutan, seluruh personel mampu menjaga keseimbangan antara tugas negara dan tanggung jawab keluarga. Dengan hati yang tenang dan keluarga yang harmonis, pelayanan kepada masyarakat akan lahir secara ikhlas dan maksimal, mewujudkan Polri yang presisi, profesional, dan dicintai rakyat.