SALATIGA – Kabar baik datang dari Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Salatiga. Dalam operasi gabungan yang digelar Jumat (8/5/2026) pagi, Rutan Salatiga bersama aparat TNI dan Polri berhasil membuktikan diri sebagai zona bersih dari Handphone ilegal, Narkoba, dan Penipuan atau yang dikenal dengan istilah Zero Halinar.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, ini menyasar sejumlah blok hunian warga binaan. Penggeledahan dilakukan secara humanis namun tetap ketat sesuai standar operasional prosedur (SOP) guna memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Bukan hanya menggeledah kamar, petugas juga melakukan pemeriksaan tes urine secara acak. Total 30 sampel diambil, terdiri dari 20 warga binaan dan 10 petugas Rutan Salatiga.
Seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba. Sementara dari hasil penggeledahan, tidak ditemukan satu pun barang terlarang, seperti handphone ilegal, narkotika, atau alat-alat yang berpotensi digunakan untuk melakukan tindak penipuan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata kami dalam memberantas peredaran narkoba, handphone ilegal, dan praktik penipuan di dalam rutan. Kami mengapresiasi dukungan TNI dan Polri sehingga kegiatan berjalan aman, tertib, dan menghasilkan kondisi Zero Halinar,” ujar Kepala Rutan Salatiga dalam keterangannya usai kegiatan.

Operasi ini merupakan bagian dari rangkaian Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan yang digelar serentak di seluruh jajaran pemasyarakatan. Tujuannya tak lain untuk menjaga integritas lembaga dan memastikan lingkungan rutan/lapas benar-benar aman dari tiga ancaman utama: Halinar.
Keberhasilan ini tak lepas dari sinergi yang solid antara Rutan Salatiga, TNI, dan Polri. Dengan pengawasan yang terus diperkuat, Rutan Salatiga berkomitmen untuk mempertahankan predikat bersih ini dan menjadi contoh bagi unit pemasyarakatan lainnya di Jawa Tengah.
“Kami ingin masyarakat percaya bahwa Rutan Salatiga aman, terkendali, dan bebas dari praktik-praktik ilegal,” tutup Anda Tuning Supiluhu.
Langkah ini menunjukkan bahwa deteksi dini dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama menciptakan pemasyarakatan yang berintegritas.

Tinggalkan Balasan