SEMARANG – Polda Jawa Tengah resmi mematangkan persiapan Operasi Patuh Candi 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari penuh di seluruh wilayah hukum Jateng. Wakapolda Jateng, Brigjen Pol. Latief Usman, dalam Latihan Pra Operasi di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Selasa (2/6) menegaskan bahwa operasi ini mengusung pendekatan preemtif, preventif, dan represif yang humanis.

“Tujuannya bukan sekadar menilang, tetapi membangun budaya tertib berlalu lintas. Kami ingin menekan angka fatalitas kecelakaan yang sering terjadi akibat pelanggaran,” ujar Wakapolda.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Pratama Adhyasastra, menambahkan bahwa operasi ini akan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif. Dari total penindakan, porsi terbesar tetap diberikan pada ETLE atau tilang elektronik sebesar 60 persen, disusul tilang manual 30 persen, dan 10 persen teguran simpatik.

Salah satu fokus perhatian, kata Dirlantas, adalah maraknya pelanggaran terhadap Tanda Nomor Kendaraan Bermotor—seperti ditutup, dilipat, atau dimodifikasi—yang bertujuan menghindari kamera ETLE. “Ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi mencerminkan rendahnya kesadaran akan keselamatan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Operasi Patuh Candi 2026 sebagai gerakan bersama. “Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita semua. Mari patuhi aturan, jadilah pelopor keselamatan, dan dukung terciptanya lalu lintas yang aman serta nyaman,” ajaknya.