SEMARANG – Keberhasilan revitalisasi Kota Lama Semarang menjadi destinasi wisata urban yang hidup menarik perhatian Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Kunjungan kerja ini bertujuan menjalin kolaborasi dan menimba pengalaman dalam mengelola kawasan cagar budaya, sebagai referensi pembenahan serupa di Kota Tua Jakarta.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara langsung menerima dan memandu kunjungan Rano Karno di kawasan Kota Lama, Sabtu (31/1). Dalam paparannya, Agustina menyebut kunjungan ini sebagai momentum saling belajar yang berharga.
“Kota Lama Semarang telah melalui proses panjang untuk tidak hanya mempertahankan struktur bangunan bersejarah, tetapi juga menghidupkannya sebagai ruang ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujar Agustina.
Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada sinergi dan konsistensi. Agustina pun mengapresiasi inisiatif Rano Karno yang hadir untuk belajar bersama, seraya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Pada kesempatan yang sama, Rano Karno mengakui kemajuan yang dicapai Semarang. Ia menyatakan tujuan kunjungannya adalah untuk belajar dan menjalin kerja sama, mengingat kemiripan karakteristik antara Kota Tua Jakarta dan Kota Lama Semarang.
“Kami ingin membenahi Kota Tua, dan melihat Semarang sebagai contoh yang berhasil. Ada kemiripan struktur yang bisa kami pelajari,” ujar Rano.
Agustina menyambut baik potensi kerja sama ini dan berharap dapat menjadi pemantik bagi kota-kota lain di Indonesia untuk lebih memperhatikan dan mengelola khazanah sejarah mereka. Ia menegaskan komitmen Semarang untuk terus memperkuat jejaring kolaborasi dan memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam mewujudkan kawasan bersejarah yang hidup dan membawa kesejahteraan.

Tinggalkan Balasan