Brebes — Harapan masyarakat terhadap penanganan persoalan banjir di wilayah Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan upaya penanganan telah berjalan dan akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2028 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma saat memberikan sambutan dalam acara Pengajian Akbar dan Brebes Bersholawat yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan.
Paramitha mengatakan, pemerintah terus mendorong percepatan penanganan persoalan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Brebes, termasuk Kecamatan Ketanggungan yang selama ini menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian.
Menurutnya, proses penanganan saat ini telah berjalan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadirkan solusi yang lebih menyeluruh terhadap persoalan banjir.
“Sedikit saya akan menyinggung masalah banjir yang disampaikan adik-adik kita. Bapak ibu sekalian, penanganan banjir sudah berlangsung, dan penanganan dilakukan oleh pemerintah pusat,” ujar Paramitha dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp270 miliar untuk mendukung program penanganan banjir tersebut. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan target pekerjaan berlangsung hingga 2028.
Paramitha berharap pembangunan infrastruktur pengendalian banjir tersebut tidak hanya menjadi solusi terhadap persoalan yang terjadi saat ini, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Penanganan ini dilakukan secara bertahap sampai 2028,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memastikan program penanganan banjir berjalan sesuai dengan rencana. Pemerintah Kabupaten Brebes juga akan terus mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat menjadi perhatian dalam pelaksanaan program.
Persoalan banjir sendiri selama ini menjadi salah satu perhatian masyarakat Brebes, khususnya di wilayah yang memiliki kerawanan terhadap genangan maupun luapan aliran air.
Dengan dimulainya penanganan secara bertahap dan dukungan anggaran pemerintah pusat, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kepastian bahwa persoalan banjir tidak sekadar ditangani secara sementara, tetapi diarahkan pada solusi yang lebih permanen dan berkelanjutan.
Pemerintah memastikan penanganan berjalan, masyarakat menanti hasil nyata hingga 2028.
Tinggalkan Balasan