Tegal — Perpustakaan kini tak lagi identik dengan deretan rak buku dan ruang baca yang hening. Di Kabupaten Tegal, fungsi perpustakaan mulai bertransformasi menjadi ruang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus wadah pengembangan potensi generasi muda.


Transformasi tersebut diwujudkan melalui Workshop WordPress Campus Connect yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal bersama Komunitas WordPress Tegal di Ruang Audio Visual Disperpusip Kabupaten Tegal.


Program edukatif tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Dari sebanyak 95 orang yang mendaftar, panitia menyeleksi 28 peserta untuk mengikuti pelatihan pembuatan website secara gratis selama satu hari.


Peserta yang terpilih berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, masyarakat umum, tenaga pengajar, pegiat literasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Sekretaris Disperpusip Kabupaten Tegal, Hari Nugroho, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk memberikan keterampilan teknis dalam membuat website. Lebih dari itu, pelatihan menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia di tengah pesatnya perkembangan ekosistem digital.


Menurutnya, kemampuan membangun dan mengelola website dapat menjadi modal penting bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja.


“Pelatihan ini bukan hanya tentang bagaimana membuat website, tetapi bagaimana membangun SDM yang cakap digital sehingga mampu mengembangkan bisnis maupun karier profesional,” ujarnya.


Kolaborasi antara Disperpusip Kabupaten Tegal dan Komunitas WordPress Tegal tersebut sekaligus menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran yang semakin luas dalam membangun budaya belajar masyarakat.


Melalui ruang literasi yang terbuka dan program berbasis keterampilan, perpustakaan diharapkan mampu menjadi titik temu antara pengetahuan, kreativitas, teknologi, dan peluang ekonomi.


Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa perpustakaan masa kini tidak hanya menjaga pengetahuan yang tersimpan di dalam buku, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk menciptakan pengetahuan, karya, dan peluang baru di era digital.