KABUPATEN SEMARANG — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Kabupaten Semarang di ruang presroom, Senin (31/8). Ia menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum evaluasi dan penguatan profesionalisme serta marwah kewartawanan di tengah tantangan zaman.

Iwan, sapaan akrabnya, mengingatkan bahwa PWI merupakan organisasi profesi tertua di Indonesia dengan sejarah panjang dan posisi strategis dalam perkembangan pers nasional. “Ketika masyarakat bertanya seperti apa wartawan itu, lihatlah anggota PWI,” tegasnya, sekaligus mengadvokasi agar kartu anggota bukan sekadar identitas, tetapi dibuktikan melalui karya jurnalistik yang bertanggung jawab dan berintegritas.

Di hadapan peserta konferensi, Ketua PWI Jateng menekankan tiga pilar yang wajib dipegang teguh wartawan, yakni Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers, dan peraturan Dewan Pers. Ia menegaskan bahwa kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab publik, di tengah banjir informasi, kecepatan tidak boleh mengorbankan kebenaran.

Dalam paparannya Iwan menyebut Konferkab PWI Kabupaten Semarang sebagai bukti organisasi tetap bergerak dan berkomitmen melakukan pembenahan. “Ini adalah momen yang kita harapkan menjadi sebuah awal untuk kita menjadi lebih baik,” tuturnya. Ia juga menjelaskan bahwa tidak adanya PWI Kota Semarang karena aturan melarang keberadaan PWI di ibu kota provinsi, sehingga PWI Kabupaten Semarang memiliki posisi strategis dalam jejaring PWI Jateng.

Ketua PWI Jateng juga menyoroti tantangan media siber dan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi jurnalistik. Ia mengingatkan, teknologi boleh digunakan sebagai alat bantu, tetapi tidak menggantikan tanggung jawab wartawan dalam verifikasi, akurasi, independensi, dan kepentingan publik. Dengan jumlah anggota pemilih 10 orang, ia menilai regenerasi dan Uji Kompetensi Wartawan menjadi pekerjaan rumah untuk melahirkan wartawan kompeten dan berintegritas.

Mengakhiri sambutannya, Iwan menyampaikan harapan besar: “Selamat berkonferensi. Mudah-mudahan hasil dari konferensi ini akan menjadi kebaikan untuk kita semua.” Pernyataan itu mengukuhkan bahwa Konferkab tidak hanya penting bagi internal organisasi, tetapi juga bagi seluruh pemangku kepentingan yang selama ini bermitra dengan PWI.