BATANG – Ombak Pantai Ujung Negoro sore itu bergulir tenang, seolah menyambut langkah bersejarah di tepiannya. Rabu (19/8/2026), tanah seluas 13,5 hektar di Desa Ujung Negoro, Kecamatan Kandeman, resmi memasuki babak baru. Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol. Raden Firdaus Kurniawan, S.I.K., M.H., memimpin langsung upacara peletakan batu pertama pembangunan Markas Unit (Mako Unit) Ujung Negoro Ditpolairud Polda Jawa Tengah.

Ditemani jajaran petinggi Korpolairud, Dirpolairud Polda Jateng Kombes Pol. Kobul Syahrin Ritonga, Bupati Batang, serta para tokoh maritim setempat, momen ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pernyataan tegas: keamanan pesisir Batang tidak boleh lagi dianggap sebelah mata.

“Kehadiran Mako Unit ini adalah wujud komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat pesisir. Kami ingin nelayan melaut dengan tenang, wisatawan berlibur dengan aman, dan aset negara tetap terjaga,” ujar Irjen Pol. Raden Firdaus Kurniawan usai melakukan pengecekan lahan.

Mako Unit Ujung Negoro dirancang bukan hanya sebagai pos jaga biasa. Ada tiga pilar utama yang akan diperkuat:

  1. Pengamanan Aset Negara: Lahan seluas 13,5 hektar milik Korpolairud Baharkam Polri kini akan memiliki pusat komando yang memastikan seluruh aset di kawasan pesisir terlindungi dari potensi gangguan.
  2. Pengawasan Perairan & Wisata: Dengan posisi strategis yang berdekatan dengan objek wisata Pantai Ujung Negoro, personel Ditpolairud akan melakukan patroli rutin untuk menjaga keamanan wisatawan dan aktivitas nelayan.
  3. Pusat Kemitraan Masyarakat: Gedung ini akan menjadi rumah bagi sinergi antara Polri, nelayan, dan masyarakat pesisir. Komunikasi yang erat diharapkan dapat mencegah konflik dan menciptakan ekosistem maritim yang kondusif.

“Kami tidak hanya membangun tembok, kami membangun kepercayaan. Dengan posisi yang dekat dengan masyarakat, kami berharap setiap keluhan atau laporan dari nelayan bisa segera kami tindaklanjuti,” tambah Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol. Kobul Syahrin Ritonga.

Proses groundbreaking ini menjadi bukti eratnya kolaborasi antara Polri, Pemerintah Kabupaten Batang, TNI, dan instansi maritim. Kehadiran Bupati Batang, Camat Kandeman, hingga Kepala Desa Ujung Negoro menunjukkan bahwa pembangunan ini adalah kebutuhan bersama, bukan hanya urusan kepolisian.

Dengan hampir 100 personel gabungan yang akan bertugas di markas baru ini nantinya, diharapkan kawasan pesisir Batang tidak hanya aman dari kejahatan konvensional, tetapi juga dari ancaman seperti pencurian ikan, penyelundupan, dan pencemaran lingkungan laut.

Di akhir sambutannya, Kakorpolairud menyampaikan harapan besar agar keberadaan Mako Unit Ujung Negoro menjadi titik awal kebangkitan kesadaran maritim di Jawa Tengah.

“Semoga dengan hadirnya Polairud di sini, masyarakat pesisir merasa terlindungi. Anak-anak nelayan bisa bermain dengan aman di pantai, dan perekonomian Batang melalui sektor wisata bahari bisa terus meningkat. Inilah wujud hadirnya negara untuk rakyat,” pungkasnya.