BOYOLALI – Dalam momentum bersejarah peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Boyolali menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Polri Peduli Petani” yang berlangsung di Dukuh Kalitengah, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., sebagai wujud komitmen institusi kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mempererat hubungan kemitraan antara Polri dengan masyarakat petani di wilayah hukumnya.

Rangkaian acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Boyolali, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali Suyanta, S.P., M.M., unsur Forkopimcam Kecamatan Selo, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sekitar 100 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Buana Tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Arum Gunung. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menandakan adanya sinergi yang solid antara pemerintah daerah, kepolisian, dan komunitas petani dalam upaya bersama memajukan sektor pertanian di Boyolali.

Dalam sambutannya, AKBP Indra Maulana Saputra menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang telah direncanakan Panitia Hari Bhayangkara ke-80 Polres Boyolali. Bantuan tersebut berupa satu unit kendaraan roda tiga Viar untuk transportasi hasil pertanian, satu unit alat perajang tembakau guna meningkatkan kapasitas produksi, dua unit alat penyemprot tanaman berteknologi tepat guna, serta satu unit bangunan pengolahan tembakau yang akan digunakan sebagai pusat kegiatan pasca-panen oleh kelompok tani setempat. Selain sarana prasarana pertanian, Polres Boyolali juga menyalurkan 70 paket sembako yang diperuntukkan bagi petani dan masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi kegiatan.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani. Semoga sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik,” ujar Kapolres dengan tegas. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tahun ini harus diisi dengan kegiatan yang benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, bukan hanya seremoni semata.

Menyambut pernyataan Kapolres, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Suyanta, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kepedulian Polres Boyolali yang dinilainya sangat mendukung program pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Boyolali. “Kami di Dinas Pertanian sangat mengapresiasi langkah Polres Boyolali. Bantuan sarana dan prasarana ini akan menjadi stimulus yang luar biasa bagi petani, khususnya di wilayah Selo yang terkenal sebagai sentra penghasil tembakau dan sayuran. Ini adalah bukti nyata bahwa kepolisian adalah mitra strategis pembangunan,” ungkap Suyanta.

Selanjutnya, Ketua Kelompok Tani Buana Tani yang mewakili para penerima manfaat, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. Menurutnya, bantuan alat pertanian tersebut akan sangat signifikan dalam mendukung aktivitas pertanian dan mengatasi kendala teknis yang selama ini dihadapi di lapangan. “Kami sebagai petani merasa sangat diperhatikan. Kendaraan roda tiga akan sangat membantu kami mengangkut hasil panen yang sebelumnya harus dipikul, dan alat perajang ini akan mempercepat proses pengolahan tembakau. Semoga Polres Boyolali semakin jaya dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya dengan penuh haru.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Polres Boyolali kembali membuktikan bahwa institusi Polri senantiasa hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga aktif dalam pembangunan sosial-ekonomi. Semangat gotong royong yang terjalin antara polisi, pemerintah, dan petani di lereng Gunung Merapi ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain bahwa kesejahteraan dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor yang tulus dan berkesinambungan.