BOYOLALI – Sebuah musibah tragis terjadi di Dukuh Batujajar RT 12 RW 03, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, ketika seorang warga ditemukan meninggal dunia di atas pohon alpukat diduga akibat tersengat aliran listrik PLN. Peristiwa ini langsung mendapat respons cepat dari jajaran Polsek Cepogo yang segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan. Kejadian nahas tersebut menggambarkan betapa pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kelistrikan, terutama saat beraktivitas di sekitar jaringan kabel tegangan menengah.

Korban diketahui bernama Suparno alias Muksono, seorang pria lanjut usia berusia 64 tahun yang beralamat di Dukuh Watu Penganten RT 25 RW 04, Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, korban datang ke kebun milik Sulih, pemilik kebun setempat, dengan maksud untuk membeli buah alpukat. Setelah terjadi kesepakatan harga antara keduanya, korban pun bergegas menuju kebun dan memanjat pohon alpukat untuk mengambil buah yang diinginkannya tanpa menyadari adanya ancaman bahaya di sekitarnya.

Namun, hingga pukul 16.00 WIB atau sekitar tiga jam kemudian, korban tak kunjung turun dari pohon. Kekhawatiran pun muncul ketika seorang warga melaporkan adanya sesosok tubuh yang tampak tidak bergerak di atas pohon alpukat. Mendapat informasi tersebut, pemilik kebun segera memastikan dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Tanpa membuang waktu, informasi ini segera diteruskan kepada perangkat desa setempat dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Cepogo guna mendapatkan pertolongan resmi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Cepogo bersama anggota jajaran segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan koordinasi penanganan. Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban masih berada di atas pohon dengan posisi yang cukup sulit dijangkau, serta mengindikasikan adanya aliran listrik dari kabel PLN yang melintas di dekat pepohonan tersebut. Petugas pun segera berkoordinasi dengan pihak PLN dan instansi terkait untuk memastikan aliran listrik dipadamkan sementara agar proses evakuasi berjalan aman tanpa menimbulkan korban tambahan.

Dengan pengamanan yang ketat dan prosedur yang hati-hati, anggota Polsek Cepogo bersama warga dan pihak terkait akhirnya berhasil menurunkan jenazah korban dari atas pohon untuk selanjutnya dilakukan penanganan medis dan proses hukum lebih lanjut. Evakuasi berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan, di mana petugas tidak hanya bertindak sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang sigap membantu warga yang tengah berduka. Proses penanganan korban pun dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku guna memastikan hak-hak korban dan keluarganya terpenuhi.

Atas kejadian ini, Polsek Cepogo mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di dekat jaringan listrik, terutama ketika hendak memanjat atau memangkas pohon yang berada di bawah atau berdampingan dengan kabel tegangan tinggi. “Pastikan selalu memperhatikan lingkungan sekitar dan jangan ragu untuk berkoordinasi dengan petugas PLN jika hendak melakukan pekerjaan yang berisiko di dekat instalasi listrik,” ujar perwakilan Polsek Cepogo. Pihak kepolisian berharap kejadian pilu ini menjadi pelajaran berharga bagi semua, sehingga tidak ada lagi korban jiwa akibat kelalaian serupa di kemudian hari.