SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah bersiap menjadi pusat gravitasi pergerakan mudik Lebaran 2026. Dengan proyeksi 38,71 juta orang akan melintas, baik sebagai pemudik yang melintas maupun yang menjadikan Jateng sebagai tujuan akhir, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan kesiapan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama.

Dalam rapat koordinasi tingkat tinggi bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus di Semarang, Jumat (20/02/2026), Gubernur memaparkan kesiapan daerah menyambut gelombang jutaan manusia.

“Hari ini Jawa Tengah menjadi ‘seksi’ utama. Arus mudik dan balik dari Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, semuanya bertemu dan melintas di wilayah kita. Ini tanggung jawab besar yang harus kita kelola dengan presisi,” ujar Ahmad Luthfi.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum, dari total hampir 2.200 kilometer jalan provinsi, tingkat kemantapan jalan saat ini telah mencapai 94 persen. Angka ini disebut Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia, bahkan mendekati kemantapan jalan nasional yang berada di angka 97 persen.

“Artinya tinggal 3 persen lagi. Kita berkeyakinan Pak Gubernur bisa menyelesaikan jalan provinsi hingga mantap 100 persen,” ungkap Lasarus memberikan apresiasi.

Meski demikian, Gubernur Ahmad Luthfi mengakui bahwa masih ada tantangan di lapangan. Terdapat 4.817 titik lubang yang tersebar di berbagai ruas jalan, akibat faktor usia jalan dan dampak cuaca ekstrem. Seluruh titik tersebut kini masuk dalam daftar prioritas penanganan.

“Seluruhnya telah masuk dalam penanganan prioritas. Ini adalah bagian dari komitmen pelayanan cepat kepada masyarakat. Saat ini proses perbaikan sedang berlangsung,” tegas Gubernur.

Target Tuntas H-10 dan Sinergi Lintas Sektor

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menekankan pentingnya tenggat waktu. Ia meminta seluruh perbaikan infrastruktur, khususnya di jalur Pantura yang menjadi tulang punggung mudik, harus rampung paling lambat H-10 Lebaran. Hal ini untuk meminimalkan potensi kemacetan dan kecelakaan akibat pengerjaan di saat puncak arus mudik.

“Kita punya waktu pendek menjelang Lebaran. Tolong pastikan persiapan mudik dan balik benar-benar ditangani dengan baik. Kita pastikan masyarakat aman, selamat sampai tujuan,” pesan Lasarus.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama. Pasalnya, Idulfitri tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Posko Angkutan Lebaran akan dioperasikan selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

“Perlu perhatian bersama dalam pengelolaan dua momentum besar tersebut. Dengan sinergi pusat dan daerah seperti yang kita lakukan hari ini, saya optimis arus mudik dan balik bisa berjalan aman, lancar, dan terkendali,” ungkap Dudy.

Dengan persiapan yang matang, perbaikan jalan yang dikebut, serta dukungan penuh dari pemerintah pusat dan DPR RI, Jawa Tengah optimistis dapat menjalankan perannya sebagai simpul utama mudik nasional dengan sukses.