PURWODADI – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, semangat memperbaiki diri tetap menyala di hati para warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi. Buktinya, Lapas Purwodadi kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kepribadian melalui program keagamaan yang berkelanjutan. Pada Selasa (14/7), Lapas menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Grobogan untuk menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Rashdul Kiblat, sebuah kegiatan istimewa yang dirancang khusus bagi para santri binaan agar ibadah salat mereka semakin khusyuk dan sesuai tuntunan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Purwodadi ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat pemasyarakatan dan pemuka agama. Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Hamdani, turut mendampingi jalannya acara dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang terus terjalin dengan Kemenag Grobogan. Menurutnya, pembinaan spiritual tidak boleh berhenti hanya pada teori, tetapi harus menyentuh aspek teknis ibadah yang sering kali luput dari perhatian, termasuk pengetahuan tentang arah kiblat yang akurat.

Mewakili Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Grobogan, Hilmy Ulil Albab menegaskan bahwa pemahaman arah kiblat merupakan fondasi penting dalam pelaksanaan salat. Untuk itu, pelatihan ini menghadirkan dua Penyuluh Agama Islam berpengalaman dari KUA Kecamatan Purwodadi, yaitu Tasripan dan Kustanto, yang membawakan materi tentang konsep Rashdul Kiblat—metode penentuan arah kiblat dengan memanfaatkan posisi matahari pada waktu-waktu tertentu sebagai patokan alami. Tidak hanya duduk mendengar teori, para santri binaan pun diajak turun ke lapangan untuk mempraktikkan langsung cara menentukan arah kiblat secara mandiri.

Suasana pelatihan terasa hidup dan penuh antusiasme. Para santri binaan tampak aktif bertanya, berdiskusi, dan bersemangat mengikuti setiap sesi praktik lapangan. Bagi mereka, ilmu yang didapat hari itu bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan bekal untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menenangkan hati di tengah masa pembinaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas Purwodadi tidak hanya berorientasi pada keterampilan duniawi, tetapi juga memberikan perhatian serius pada aspek ukhrawi yang menjadi kebutuhan dasar setiap insan.

Pelatihan Rashdul Kiblat ini menjadi bagian dari program pembinaan holistik yang terus diupayakan Lapas Kelas IIB Purwodadi melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Ke depan, diharapkan warga binaan tidak hanya pulang dengan bebas, tetapi juga pulang dengan bekal keagamaan yang mumpuni, sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Sinergi antara Lapas Purwodadi dan Kemenag Grobogan pun diharapkan terus berlanjut, menjadikan pembinaan kepribadian sebagai fondasi kokoh menuju reintegrasi sosial yang sukses.

Pelatihan Rashdul Kiblat ini menjadi bagian dari program pembinaan holistik yang terus diupayakan Lapas Kelas IIB Purwodadi melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Ke depan, diharapkan warga binaan tidak hanya pulang dengan bebas, tetapi juga pulang dengan bekal keagamaan yang mumpuni, sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Sinergi antara Lapas Purwodadi dan Kemenag Grobogan pun diharapkan terus berlanjut, menjadikan pembinaan kepribadian sebagai fondasi kokoh menuju reintegrasi sosial yang sukses.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para santri binaan aktif mengikuti setiap sesi, baik penyampaian materi maupun praktik lapangan. Melalui pelatihan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tata cara penentuan arah kiblat, tetapi juga semakin meningkatkan kualitas ibadah serta nilai-nilai spiritual selama menjalani masa pembinaan.