DEMAK – Di tengah semangat nasional mewujudkan swasembada pangan, langkah nyata kembali ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Demak. Bertempat di area persawahan yang subur di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, pada Sabtu (16/5/2026), puluhan personel kepolisian berbaur dengan para petani setempat dalam gelaran Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk mendukung program strategis nasional di bawah arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Mengenakan pakaian lapangan dan membawa sabit, Kapolres Demak, AKBP Samel, memimpin langsung prosesi panen yang berlangsung penuh keakraban itu. Dengan didampingi jajaran pejabat utama Polres Demak, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karangawen, serta aparatur Desa Tlogorejo, ratusan tangan bahu-membahu memetik ribuan tongkol jagung yang telah menguning sempurna. Hamparan tanaman jagung seluas beberapa hektar itu bergoyang tertiup angin persawahan, menjadi latar sempurna dari sinergi antara aparat keamanan dan warga sipil dalam urusan pangan.
Momen puncak dari kegiatan ini adalah ketika proses panen raya di Demak disambungkan secara virtual dengan panggung utama nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam sambutannya yang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa. “Ketahanan pangan bukan hanya urusan petani, ini urusan kita semua, mulai dari pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat desa,” begitu pesan Presiden yang disambut tepuk tangan meriah para petani di Demak.
Tak hanya panen raya, acara nasional tersebut juga dirangkai dengan seremoni simbolis groundbreaking pembangunan 10 gudang Polri serta peresmian 166 Sentra Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG) Polri yang tersebar di 18 Polda di seluruh Indonesia. Hal ini menegaskan bahwa institusi Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga hadir sebagai garda terdepan dalam mengantisipasi krisis pangan.
Hasil panen dari lahan seluas kurang lebih satu hektare di Desa Tlogorejo itu sungguh menggembirakan. Sebanyak 4 ton jagung berkualitas tinggi berhasil dikumpulkan. Dengan disaksikan oleh ketua kelompok tani setempat, seluruh hasil bumi itu langsung digeser ke gudang Perum Bulog Demak untuk selanjutnya didistribusikan sebagai cadangan pangan nasional. Langkah ini sekaligus menjadi upaya stabilisasi harga jagung di tingkat petani sekaligus menjaga agar stok komoditas tetap aman menjelang musim kemarau.
Dalam keterangannya usai panen, Kapolres Demak AKBP Samel menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Polri di sektor pertanian adalah bentuk adaptasi peran strategis kepolisian dalam mendukung program prioritas pemerintah. “Ketahanan pangan adalah salah satu program prioritas nasional. Karena itu, Polri hadir untuk mendukung melalui kolaborasi nyata bersama pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh masyarakat. Kami tidak hanya menjadi pengayom, tetapi juga pelaku aktif dalam menjaga ketahanan pangan,” tegas AKBP Samel di sela-sela memetik jagung.

Lebih lanjut, AKBP Samel mengungkapkan bahwa Kabupaten Demak memiliki potensi agraris yang luar biasa besar. Dengan lahan pertanian yang subur dan didukung oleh petani yang gigih, ia optimistis Demak bisa menjadi salah satu lumbung pangan regional di Jawa Tengah. “Demak mempunyai potensi pertanian yang cukup baik. Kami berharap sinergi yang sudah terjalin ini dapat terus diperkuat, tidak hanya saat panen raya saja, tetapi juga dalam pendampingan masa tanam, penyediaan pupuk, hingga pengendalian hama. Ini semua demi mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan petani dari Desa Tlogorejo, Bapak Sulaiman (55), mengaku sangat terbantu dengan program ini. Menurutnya, kehadiran Polri memberikan rasa aman dan semangat baru. “Dulu kami kadang khawatir soal harga, soal hasil. Sekarang polisi langsung turun tangan, bahkan ikut panen dan bantu urus pemasaran ke Bulog. Kami merasa dihargai dan lebih bersemangat bekerja,” tuturnya dengan mata berbinar.
Kegiatan Panen Raya Jagung di Demak ini pun ditutup dengan ramah tamah antara aparat kepolisian dan warga desa. Suasana guyub dan penuh kekeluargaan terasa begitu kental, menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama menghadapi tantangan pangan di masa depan. Melalui aksi nyata di sawah Tlogorejo, Polres Demak telah membuktikan bahwa komitmen terhadap ketahanan pangan bukan hanya sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan yang dipanen hasilnya, saat ini juga, untuk kesejahteraan rakyat.

Tinggalkan Balasan