SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana banjir yang merendam sejumlah titik di Kecamatan Tembalang pada Senin (16/2) dini hari. Curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan Kali Babon meluap, mengakibatkan genangan di Perumahan Argo Residence, Grand Permata Tembalang (Rowosari), dan Grand Batik Semarang (Meteseh).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang langsung bergerak dengan menerjunkan personel sejak pukul 02.00 WIB. “Tim malam itu langsung meluncur ke lapangan. Kami beroperasi 24 jam dengan sistem tiga shift untuk memastikan penanganan maksimal,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang, Riyanto.

Data dan Fakta di Lapangan:

· Warga Terdampak: Ratusan warga terdampak, dengan 110 Kepala Keluarga (KK) di Grand Permata Tembalang.
· Pengungsian: 18 jiwa (12 dewasa, 6 balita) mengungsi di Masjid Iktifal Al Barokah.
· Penyebab: Luapan Kali Babon akibat debit air tinggi dari Kabupaten Semarang.

Tak hanya melakukan evakuasi dan assessment, BPBD juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga. Sinergi antarinstansi pun berjalan solid. Dinas Sosial Kota Semarang turut serta dengan mengirimkan bantuan logistik esensial berupa 1.200 nasi bungkus per hari, selimut, kasur, pakaian bayi, terpal, serta perlengkapan mandi.

Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan genangan dilaporkan mulai berangsur surut. BPBD Kota Semarang terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah, BNPB, dan BMKG untuk memantau potensi cuaca ekstrem. Pemerintah Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat demi penanganan yang cepat dan tepat.