BLORA – Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas berhasil mengevakuasi seorang warga lanjut usia, Gami (76), yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian yang berlangsung selama tiga hari.
Kejadian bermula ketika Gami dilaporkan hilang pada Minggu (18/1/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Menurut keterangan Kepala Desa Ngeblak, Eko Puryono, korban sebelumnya berpamitan kepada anaknya untuk pergi ke tepi sungai di Dusun Ngandong RT 01/RW 04, Desa Ngeblak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Diduga, Gami terpeleset di tepian dan sempat berteriak minta tolong sebelum akhirnya terseret arus sungai.
Basarnas Kantor SAR Semarang langsung bergerak setelah menerima laporan pada Senin pagi. “Kami segera mengirimkan satu tim dari unit siaga SAR Rembang untuk melaksanakan pencarian,” ujar Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang.
Pada Rabu (21/1/2026), operasi diperintensifkan dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan peralatan SAR air. Medan yang dihadapi tim cukup sulit. “Ada hambatan seperti arus deras, air keruh, dan banyaknya sampah di sungai,” imbuh Budiono.
Usaha tim akhirnya membuahkan hasil. Pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB, jenazah Gami berhasil ditemukan di sekitar pintu air bendungan gerak Bojonegoro, Jawa Timur. Lokasi penemuan berjarak sekitar 35 kilometer dari titik lokasi kejadian awal (LKP). Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sosodoro Jatikusumo Bojonegoro untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 17.30 WIB. Budiono, mewakili Basarnas, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam proses pencarian sehingga korban dapat ditemukan,” pungkasnya. Seluruh personel SAR yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing.

Tinggalkan Balasan