SEMARANG – Semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum perkuatan sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah di Kota Semarang. Pengurus Cabang (PC) Pemuda Panca Marga – Legiun Veteran Republik Indonesia (PPM-LVRI) Kota Semarang periode 2026-2031 resmi dilantik dalam sebuah acara khidmat yang digelar di Hotel Dafam, Jumat sore (6/3/2026).

Pelantikan yang dilakukan oleh Ketua PW PPM-LVRI Jawa Tengah, Adhi SWN ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi dirangkai dengan buka puasa bersama, silaturahmi kebangsaan, serta dialog interaktif bersama Forum Komunikasi Masyarakat RI (Forkommas RI). Mengusung tema “Peran serta masyarakat dalam menciptakan suasana aman, kondusif yang berkeadilan menuju kota Semarang yang makmur sejahtera tanpa kejahatan” , acara ini menjadi wadah diskusi strategis antara ormas, TNI, Polri, akademisi, dan pemerintah daerah.

Hadir memberikan dukungan langsung dalam acara tersebut, Bambang Pramusintho (Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang), AKBP Hery (Kasatbinmas Polrestabes Semarang), Kapten Arhanud G. Simanjuntak (Kaur Bhakti Kodim 0733), Arnaz Agung -tokoh pemuda dan pengusaha serta Direktur Pasca Sarjana Universitas Semarang, Dr. Muhammad Junaidi, S.H., M.H. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang humanis dalam menjaga Kota Semarang.

Sesi dialog interaktif menjadi inti acara, menghadirkan narasumber dari Kesbangpol, Polrestabes, Kodim, akademisi, dan tokoh pemuda. Berbagai pandangan konstruktif mewarnai diskusi demi mewujudkan visi kota yang aman dan adil.

AKBP Hery dari Kasatbinmas Polrestabes Semarang menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tapi hak yang harus kita jaga bersama,” tegasnya. Ia mengidentifikasi bahwa kejahatan kerap muncul akibat tekanan ekonomi, pengaruh lingkungan, serta dampak negatif konten media sosial yang menjadi pintu masuk berbagai masalah.

Senada dengan pihak kepolisian, Kapten Arhanud Heru Simanjuntak yang mewakili Kodim 0733/Semarang memaparkan peran aktif TNI dalam pendekatan kewilayahan. “Tugas kami tidak hanya menjaga, tetapi juga hadir di tengah kesulitan masyarakat, seperti pembangunan jembatan gantung di desa-desa terisolir. Patroli gabungan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas rutin dilakukan dengan pendekatan yang humanis,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh pemuda dan pengusaha, Arnaz Agung, menyoroti ruang bagi Ormas dan LSM untuk berkarya. “Ormas harus diberikan ruang agar dapat berkolaborasi dengan pemerintah. Libatkan mereka dalam berbagai kegiatan dan pekerjaan pembangunan, sehingga mereka merasa memiliki kota Semarang ini. Dengan begitu, rasa memiliki akan melahirkan rasa untuk menjaga,” ujarnya.

Dari sudut pandang akademisi, Dr. Muhammad Junaidi, S.H., M.H. , Direktur Pasca Sarjana Universitas Semarang, memberikan perspektif historis. Ia mengingatkan bahwa “Berdirinya NKRI justru berawal dari ormas-ormas yang dibentuk oleh tokoh-tokoh pendiri bangsa seperti HOS Cokroaminoto dan KH Ahmad Dahlan. Maka keberadaan ormas adalah napas dari kebangsaan kita.”

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Pramusintho, Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, menyampaikan dua poin penting. Pertama, ia mengungkapkan data Indeks Pengamalan Pancasila Kota Semarang tahun 2025 yang menunjukkan fenomena skor rendah pada sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab). “Ini adalah ‘warning’ bagi kita semua, khususnya para tokoh ormas, untuk bersama-sama meningkatkan pengamalan sila kemanusiaan di tengah masyarakat,” himbaunya.

Kedua, ia memperkenalkan kembali filosofi Warak Ngendog sebagai ikon pemersatu Kota Semarang. Makhluk mitologi dengan kepala naga (Tionghoa), tubuh burak (Arab), dan kaki kambing (Jawa) ini adalah simbol akulturasi tiga etnis utama di Semarang. “Warak Ngendog adalah simbol kerukunan kita. Saya menghimbau kepada seluruh ketua ormas untuk menyampaikan pesan persatuan ini kepada masyarakat luas,” pungkas Bambang.

Acara yang berlangsung hangat ini juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pembagian sembako yang dilakukan oleh Forkommas RI bekerja sama dengan BAZNAS Kota Semarang, sebagai wujud nyata kepedulian di bulan penuh berkah.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru PPM-LVRI Kota Semarang, diharapkan sinergi antara veteran, pemuda, dan seluruh komponen bangsa semakin erat dalam mengawal pembangunan dan menjaga kondusifitas wilayah menuju Kota Semarang yang makmur, sejahtera, dan aman dari kejahatan.