SEMARANG – Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (P2RPTI) menggelar acara konsolidasi dan pemantapan struktur organisasi, disertai sarasehan temu tokoh nasional, di Padepokan Ilir-ilir, Gunungpati, Semarang, pada Minggu (8/2/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, UMKM, dan Koperasi Pabrik Rokok Petani Tembakau Indonesia menuju Ketahanan Pangan Nasional” ini dihadiri sejumlah tokoh kunci, menandai komitmen organisasi dalam menghadapi dinamika industri.

Acara dibuka oleh Ketua Umum P2RPTI, Dr. Suratno Syukron, S.Pd., M.Pd., dan dihadiri oleh perwakilan eksekutif, legislatif, serta budayawan. Turut hadir Samuel DJ. Wattimena (Anggota Komisi VII DPR RI), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Bapak Agung dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dr. Muhamad Hayyi Wildani, Camat Gunungpati, Lurah Gunungpati, Koramil, Polsek, serta Romo Lilik Bukhori, S.H. selaku pengasuh Padepokan Ilir-ilir Sunan Kalijaga.

Dalam sambutannya, perwakilan Gubernur Jawa Tengah mengakui kontribusi strategis industri tembakau bagi perekonomian daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Namun, diakui pula berbagai tantangan berat mengemuka, seperti fluktuasi harga global, perubahan iklim, regulasi kesehatan yang ketat, dan persaingan dengan produk impor. Sebagai respons, Pemerintah Provinsi mendorong inovasi teknologi, diversifikasi produk, peningkatan akses pasar, serta memperkuat kemitraan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Dari sisi legislatif, Samuel DJ. Wattimena menyampaikan apresiasi atas undangan dan keterbukaan dialog. Ia menegaskan kesediaannya untuk menampung dan menyampaikan aspirasi anggota P2RPTI ke komisi terkait di DPR RI, meski secara kelembagaan isu ini memiliki kompleksitas tersendiri. “Manfaatkan pendengaran saya untuk mendapatkan masukan sebanyak mungkin,” ujarnya, mengajak peserta untuk menyampaikan pokok-pokok perjuangan yang perlu didorong bersama, terutama terkait posisi industri kecil-menengah dalam ekosistem tembakau nasional.

Sarasehan berlanjut dengan dialog interaktif yang dipandu oleh Iwan Ardianto, guru SMAN 5 Semarang. Diskusi berlangsung dinamis antara anggota P2RPTI, Samuel DJ. Wattimena, dan awak media, membahas berbagai hal mulai dari tantangan regulasi, persepsi kesehatan, hingga strategi pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis tembakau lokal.

Melalui forum ini, P2RPTI berupaya memperkuat sinergi internal dan eksternal, mencari solusi konstruktif atas tantangan industri, serta mendorong narasi bahwa sektor tembakau lokal, khususnya yang melibatkan petani dan UMKM, memiliki peran strategis dalam ketahanan ekonomi dan pangan nasional.