Semarang – Dalam gelaran peluncuran program Kemudahan Usaha Mikro Bermitra (Kumitra) di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (20/11), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian UMKM atas komitmen dan kontribusi nyatanya dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Menteri UMKM, Maman Abdurahman, secara khusus menyorati kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen yang dinilai menjadi pengungkit utama kemajuan UMKM di Jawa Tengah. “Luar biasa Jawa Tengah ini. Dukungan nyata ini tercermin dari penyaluran KUR yang menempati peringkat pertama nasional dengan nilai Rp 41,4 triliun untuk 791 debitur,” ungkap Maman.
Program Kumitra hadir sebagai terobosan strategis untuk menjembatani kemitraan yang inklusif antara usaha mikro dengan perusahaan menengah dan besar. Melalui kolaborasi ini, pelaku UMKM diberi akses untuk memasarkan produknya di jaringan ritel modern, sekaligus membuka pasar yang lebih luas.
Gubernur Ahmad Luthfi dalam sambutannya menegaskan bahwa UMKM adalah pilar penyangga ekonomi daerah yang telah terbukti tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat pandemi. “UMKM adalah pahlawan ekonomi kita. Untuk itu, kami berkomitmen penuh untuk mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing mereka,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemprov Jateng telah menginisiasi program Kecamatan Berdaya yang menjadi wadah holistik bagi pemberdayaan berbagai kelompok masyarakat, termasuk UMKM, perempuan, petani milenial, dan disabilitas. Langkah ini diperkuat dengan kebijakan yang mewajibkan setiap investasi yang masuk melalui DPMPTSP untuk melibatkan dan memberdayakan UMKM lokal.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan, “Problem utama UMKM adalah pemasaran. Melalui program Kumitra dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, kami yakin dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.”
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah ini tidak hanya menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memajukan UMKM, tetapi juga mencerminkan langkah strategis menuju terwujudnya kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang inklusif di Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan