Tegal — Upaya memperkuat iklim investasi sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal terus dilakukan Pemerintah Kota Tegal. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah daerah menggelar forum fasilitasi untuk mempertemukan pelaku usaha, dunia pendidikan, serta pemangku kepentingan terkait.


Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha maupun investor, sekaligus mencari langkah konkret agar kebutuhan dunia industri dapat terhubung dengan potensi tenaga kerja lokal.


Kegiatan yang menghadirkan Forum HRD Kota Tegal sebagai narasumber itu berlangsung di Aula Mall Pelayanan Publik (MPP) Alya Sewagati. Peserta terdiri atas perwakilan pelaku usaha, perguruan tinggi, hingga instansi teknis terkait.


Kepala DPMPTSP Kota Tegal, Sartono Eko Saputro, menegaskan bahwa penguatan investasi tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya agar investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Menurutnya, keberadaan investasi, baik yang bersumber dari modal asing maupun domestik, diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, tetapi juga mampu memperluas kesempatan kerja bagi warga Kota Tegal.


“Tugas DPMPTSP itu kan di ranah penanaman modal. Itu kan kita bagaimana mulai dari melakukan proses promosi, menarik investor untuk datang ke Kota Tegal,” ujar Sartono di sela-sela kegiatan.


Ia menjelaskan, peran DPMPTSP mencakup berbagai tahapan dalam proses penanaman modal. Mulai dari mempromosikan potensi daerah, memberikan informasi mengenai ketersediaan lahan, hingga memberikan kemudahan dalam pelayanan perizinan berusaha.


Namun demikian, menurut Sartono, keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur dari jumlah modal yang masuk. Lebih jauh, investasi harus mampu menciptakan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya melalui terbukanya lapangan pekerjaan.


Karena itu, forum bersama para pelaku usaha dan Forum HRD menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja yang tersedia.


“Jadi bagaimana investor yang datang ini bisa menyerap tenaga kerja lokal. Kita perlu duduk bersama, karena kebutuhan perusahaan harus kita sambungkan dengan potensi tenaga kerja yang ada,” lanjutnya.


Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara kebutuhan perusahaan dan kesiapan sumber daya manusia. Dunia pendidikan juga memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.


Melalui forum fasilitasi ini, DPMPTSP Kota Tegal mendorong terciptanya komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, investor, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem investasi yang kondusif, sekaligus memastikan pertumbuhan investasi di Kota Tegal berjalan beriringan dengan peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat.