DEMAK – Semangat detik-detik proklamasi 17 Agustus 1945 tidak hanya dirayakan dengan upacara dan bendera. Polres Demak memilih jalan berbeda untuk memaknai HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dengan menggelar perlombaan internal yang sarat filosofi persatuan di Lapangan Mapolres Demak, Jumat (14/8/2026). Di balik gelak tawa dan sorak-sorai, ada pesan luhur yang coba ditanamkan: bahwa kemerdekaan yang diraih dengan darah dan air mata harus dipertahankan dengan kekompakan yang tak terpecahkan.

Berbeda dengan perayaan seremonial pada umumnya, lomba kali ini sengaja dirancang untuk menguji koordinasi non-verbal dan kepercayaan antarpersonel. Mulai dari lomba memasukkan pensil ke botol dengan bantuan cermin, yang menuntut ketelitian dan komunikasi mata, hingga lomba estafet mengisi air menggunakan topeng bercorong yang mengajarkan pentingnya ketepatan instruksi. Ada pula lomba mancing kerupuk berpasangan dan bermain bola dengan sarung—semuanya mengingatkan bahwa dalam tugas kepolisian, setiap anggota adalah mata rantai yang saling bergantung. Kegiatan sederhana ini menjadi mikro kosmos dari tantangan besar yang mereka hadapi sehari-hari di lapangan.

Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, menyaksikan langsung antusiasme personel dari Pejabat Utama hingga anggota terbawah yang berbaur tanpa sekat. Menurutnya, lomba ini adalah laboratorium kecil untuk mengasah naluri kebersamaan. “Pahlawan kita dulu tidak menang sendirian. Mereka menang karena bahu-membahu mengusir penjajah. Kami ingin menanamkan bahwa kekompakan bukan hanya slogan, tetapi harus dipraktikkan dalam bentuk paling sederhana sekalipun,” ujarnya di sela-sela kegiatan. Ia menambahkan, jika komunikasi dan koordinasi sudah terlatih di arena perlombaan, maka saat menghadapi situasi genting di lapangan, naluri untuk saling melindungi akan muncul secara otomatis.

Suasana meriah dan penuh kehangatan tampak jelas saat para personel saling meneriaki strategi, tertawa bersama saat gagal, dan bersorak saat berhasil. Tidak ada ego sektoral; yang ada hanyalah semangat kolektif untuk menyelesaikan setiap tantangan. Momen-momen kocak ini justru menjadi perekat emosional yang sulit didapat dalam rutinitas dinas sehari-hari. Di tengah hingar-bingar lomba, tersirat pengakuan diam-diam bahwa di luar struktur pangkat dan satuan, mereka adalah saudara seperjuangan yang sama-sama berikrar melindungi masyarakat Demak.

Dengan berakhirnya perlombaan, Polres Demak tidak sekadar pulang dengan membawa hadiah atau kebanggaan semata. Mereka membawa amanat sejarah: bahwa semangat proklamasi harus diwujudkan dalam pengabdian nyata. “Semoga semangat 81 ini mengobarkan api juang kita untuk semakin solid, semakin kompak, dan semakin sigap dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra. Di usia kemerdekaan yang ke-81, Polres Demak membuktikan bahwa “Bersatu Kita Teguh” bukanlah kata usang, melainkan strategi abadi untuk menjaga keamanan dan ketenteraman di Bumi Demak.