Tegal — Kepedulian warga Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, terhadap persoalan lingkungan patut mendapat apresiasi.
Setelah aktivitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) terhenti selama kurang lebih tiga tahun, tumpukan sampah rumah tangga yang menggunung akhirnya dibersihkan melalui gerakan swadaya masyarakat.
Kondisi tersebut sebelumnya menimbulkan persoalan lingkungan, mulai dari bau tak sedap hingga kekhawatiran warga terhadap dampak penumpukan limbah rumah tangga yang berlangsung dalam waktu cukup lama.
Tidak ingin persoalan tersebut terus berlarut, masyarakat berinisiatif menggalang dana secara mandiri untuk menyewa armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal.
Langkah tersebut mendapat respons positif. Sebanyak 48 unit truk dikerahkan secara bergantian untuk mengangkut sampah yang telah lama menumpuk di kawasan TPS3R Desa Sidakaton.
Upaya gotong royong tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga menunjukkan adanya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kecamatan, dan pelaku usaha lokal dalam menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah bersama.
Camat Dukuhturi, Darmawan, memberikan apresiasi terhadap kepedulian masyarakat serta dukungan para donatur yang turut membantu proses pembersihan.
Menurut Darmawan, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan sejumlah pihak, di antaranya WKB, Taman Wisata Pendopo Kharisma Bahari, WRT Mart, Warteg Sanjaya, Prima, serta Forum AR Robitoh.
“Ini merupakan bentuk kepedulian bersama. Masyarakat bergerak, para pelaku usaha turut membantu, sehingga persoalan sampah yang sudah cukup lama menumpuk dapat segera ditangani,” ujar Darmawan.
Ia menjelaskan, keberadaan TPS3R Desa Sidakaton pada awalnya dirancang sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah di tingkat desa. Melalui fasilitas tersebut, sampah diharapkan dapat dikelola sedekat mungkin dengan sumbernya sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.
Namun dalam perjalanannya, operasional TPS3R menghadapi sejumlah kendala. Tingginya kebutuhan biaya operasional serta mundurnya beberapa pengurus menyebabkan aktivitas pengelolaan sampah akhirnya terhenti.
Kondisi tersebut kemudian berujung pada penumpukan sampah dalam jumlah besar selama bertahun-tahun.
Pembersihan kali ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan fungsi TPS3R sekaligus membangun kembali kesadaran bersama bahwa persoalan sampah tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.
Partisipasi masyarakat dan dukungan dunia usaha dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Lebih dari sekadar mengangkut sampah, gerakan swadaya warga Sidakaton menjadi gambaran bahwa ketika kepedulian tumbuh dan semua pihak mau bergerak, persoalan lingkungan yang selama bertahun-tahun terabaikan pun dapat perlahan diselesaikan.
Kini, tantangannya bukan hanya memastikan tumpukan sampah lama benar-benar bersih, tetapi juga menjaga agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Tinggalkan Balasan