KENDAL – Aksi damai dan semangat kebersamaan menyelimuti Alun-Alun Kabupaten Kendal pada Senin pagi (10/8/2026). Ribuan warga berdesak dengan antusias, bukan untuk menyaksikan konflik, melainkan untuk menerima 15.000 ekor ayam hidup yang dibagikan secara cuma-cuma dalam Aksi Damai Peternak Unggas yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS). Di tengah hiruk-pikuk suasana, jajaran Polres Kendal di bawah komando Kapolres AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si. hadir bukan sebagai penjaga yang kaku, melainkan sebagai pelayan yang humanis, memastikan setiap helai napas aksi berjalan dengan penuh kedamaian.

Aksi yang melibatkan 1.760 peternak ini dimulai sejak pagi buta dengan konvoi 75 kendaraan pikap yang membawa puluhan ribu ayam hidup dari berbagai titik kumpul, seperti eks Kawedanan Sukorejo dan rest area Ngadibolo Boja. Personel kepolisian bergerak cepat dengan rekayasa lalu lintas dan pengawalan persuasif, memastikan iring-iringan panjang yang sarat muatan ternak itu tiba di Alun-Alun tepat pukul 10.00 WIB tanpa menimbulkan kemacetan berarti. Di lokasi, sekitar 5.000 massa yang terdiri dari peternak dan warga umum sudah menanti, namun suasananya justru terasa seperti gelaran pasar rakyat yang penuh canda dan tawa.

Dalam orasi di atas mobil komando, Koordinator Aksi KPUS, Suwardi, dengan lantang menyuarakan lima tuntutan utama para peternak, mulai dari penurunan harga pakan, kenaikan harga telur, hingga pembatasan izin budidaya skala besar. Meski nadanya tegas, ia menegaskan bahwa aksi ini murni perjuangan damai. “Jika tuntutan ini tidak didengar, 10 September nanti kami akan melangkah lebih jauh ke Istana Jakarta,” ujarnya. Namun, di ujung orasi, mereka memilih jalan berbagi—membagikan 15.000 ekor ayam hidup kepada warga sebagai simbol “kekecewaan manis” yang justru mengundang simpati publik.

Merespons dinamika tersebut, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari naik ke panggung dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menjadi jembatan aspirasi menuju pusat. Puncak acara menjadi momen paling emosional ketika Forkopimda turun langsung menyerahkan ayam kepada kelompok masyarakat rentan. Bupati memberi kepada 50 anak yatim, Kapolres menyerahkan kepada 50 ojek online, Dandim kepada 25 serikat pekerja, sementara Ketua DPRD, Kajari, dan Ketua PN membagikan kepada petugas kebersihan, kaum dhuafa, hingga tukang becak. Senyum mereka menjadi bukti bahwa aksi yang lahir dari keprihatinan dapat berbuah kebahagiaan bagi banyak orang.

Setelah rangkaian kegiatan usai pada pukul 11.30 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib, meninggalkan Alun-Alun yang bersih dan penuh cerita. Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. “Kami ucapkan terima kasih kepada KPUS yang telah menyampaikan aspirasi dengan sangat tertib dan bahkan bernilai ibadah. Kehadiran Polri di sini adalah wujud pengayoman dan perlindungan hukum bagi setiap warga yang ingin menyampaikan pendapat. Dengan sinergitas TNI-Polri, Pemda, dan kedewasaan warga, kegiatan yang melibatkan ribuan orang ini berjalan kondusif. Ini bukti bahwa demo dan kedamaian bisa berjalan beriringan,” pungkasnya.