Tegal – Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun penyakit tidak menular melalui langkah-langkah strategis yang terintegrasi.

Fokus utama diarahkan pada pemutusan rantai penularan penyakit sekaligus pengendalian berbagai faktor risiko yang dipengaruhi kondisi lingkungan serta perilaku masyarakat.


Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, saat membuka Rapat Koordinasi Jejaring Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kepala puskesmas, direktur rumah sakit, hingga berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.


Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam mempercepat penanganan Tuberkulosis (TB), pengendalian HIV/AIDS, pemantauan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, serta penguatan cakupan imunisasi di seluruh wilayah Kabupaten Tegal.


Bupati Ischak menegaskan bahwa percepatan eliminasi Tuberkulosis menjadi salah satu agenda prioritas nasional yang harus diwujudkan bersama. Pemerintah daerah terus mendorong pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan sebagai fondasi utama dalam mencapai target eliminasi TB pada tahun 2030.


Menurutnya, keberhasilan pengendalian TB tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat melalui deteksi dini, pemeriksaan kontak erat, kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas, serta menghilangkan stigma terhadap penderita.


“Dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030, kita harus bersama-sama mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan melalui skrining aktif, penemuan kasus secara dini, pemeriksaan kontak erat.

pengobatan secara tuntas serta penghapusan stigma terhadap penderita TB serta pemenuhan sarana sanitasi dasar yang aman yaitu rumah sehat,” tegas Bupati Ischak Maulana Rohman.


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun budaya hidup sehat.

Menurutnya, pengendalian penyakit harus dilakukan secara komprehensif melalui edukasi berkelanjutan, peningkatan kualitas lingkungan, serta pemerataan akses layanan kesehatan yang berkualitas.


Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap jejaring pencegahan dan pengendalian penyakit semakin solid sehingga mampu menekan angka penyebaran penyakit menular, mengendalikan peningkatan penyakit kronis, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Tegal yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera menuju tercapainya target Indonesia Bebas Tuberkulosis 2030.