Kabupaten Semarang, Diksiber.id// — Kondisi jalan yang rusak di Kelurahan Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, kembali menuai keluhan dari masyarakat.
Permukaan jalan yang dipenuhi lubang dan tidak rata dinilai menghambat aktivitas serta berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Akses yang seharusnya menunjang mobilitas warga kini justru menjadi kendala. Jalan tersebut digunakan untuk berbagai kepentingan penting, seperti bekerja, bersekolah, hingga kebutuhan darurat, namun kondisinya dinilai semakin memprihatinkan.
Dari hasil pengamatan di lapangan, kerusakan terlihat di sejumlah titik dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi. Pengendara, baik sepeda motor maupun mobil, terpaksa mengurangi kecepatan dan ekstra waspada saat melintas.
Seorang warga berusia (P)47 tahun mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama tidak mendapatkan penanganan serius.
“Kerusakannya sudah cukup lama dan semakin parah. Kalau tidak hati-hati bisa membahayakan pengguna jalan,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut. Menurutnya, perbaikan infrastruktur merupakan tanggung jawab yang tidak bisa ditunda.
“Harus segera ditangani, jangan sampai terus dibiarkan,” tambahnya.
Selain membahayakan, kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada pengeluaran warga. Kendaraan yang sering melintas lebih rentan mengalami kerusakan, mulai dari ban hingga komponen lainnya.
Warga menyebutkan bahwa jalan tersebut sempat diperbaiki sebelumnya, namun kualitasnya tidak bertahan lama sehingga kini kembali mengalami kerusakan.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu kepastian terkait rencana perbaikan dari pemerintah. Mereka berharap ada kejelasan waktu pelaksanaan, bukan sekadar janji.
“Kami ingin ada kepastian kapan diperbaiki,” ujar warga lainnya.
Masyarakat menilai perhatian terhadap infrastruktur dasar perlu ditingkatkan, mengingat jalan merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan sehari-hari.
Warga Kelurahan Leyangan, pun mendesak agar perbaikan segera direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
“Kami hanya butuh jalan yang layak dan aman,” tutup salah satu warga.
(Purnomo)

Tinggalkan Balasan