SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengawali langkah kepemimpinannya dengan menjaga tali silaturahmi lintas generasi. Didampingi jajaran kepala perangkat daerah, ia melakukan kunjungan ke sejumlah mantan wali kota, Selasa (31/3), sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya merangkul pengalaman demi keberlanjutan pembangunan Kota Lumpia.
Rangkaian silaturahmi dimulai dengan ziarah ke makam almarhum H. Soetrisno Suharto, Wali Kota Semarang periode 1995–2000. Setelah itu, rombongan bertolak ke kediaman para mantan wali kota lainnya: Sukawi Sutarip (periode 2000–2005), Soemarmo HS (periode 2005–2015), dan Hendrar Prihadi (periode 2015–2025). Suasana hangat terpancar dalam setiap pertemuan, yang tak hanya menjadi ajang berbagi cerita, tetapi juga ruang serap aspirasi.

Di tengah pertemuan, Agustina menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi pembangunan yang telah dibangun para pendahulu. Ia mengibaratkan estafet kepemimpinan sebagai sebuah proses penyempurnaan.
“Yang sudah baik kita lanjutkan, yang kurang kita tambahi, dan yang belum sempurna kita sempurnakan,” ujarnya.
Para mantan wali kota pun menyambut baik langkah ini. Hendrar Prihadi, yang akrab disapa Hendi, memberikan apresiasi karena ini merupakan kali kedua Agustina menjalin silaturahmi lintas periode dalam momen Lebaran. Menurutnya, Wali Kota saat ini sudah memiliki visi-misi yang jelas dan tinggal menjalankannya dengan solid.
“Silaturahmi ini agenda yang bagus. Saya rasa Bu Agustina sudah punya visi-misi dan sudah diterima masyarakat, tinggal dijalankan saja,” kata Hendi.
Sukawi Sutarip menyampaikan sejumlah ide yang akan ditindaklanjuti melalui kajian lebih lanjut, sementara Soemarmo HS menekankan pentingnya soliditas dalam pemerintahan.
Selain membahas keberlanjutan pembangunan, Agustina juga menyoroti efisiensi energi di lingkungan pemkot. Ia memperkenalkan gagasan pemberlakuan pola kerja fleksibel seperti work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA) sebagai salah satu strategi pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Intinya bukan sekadar WFH, tapi bagaimana mengurangi konsumsi BBM. Bisa lewat angkutan umum atau cara lain yang lebih efisien,” jelasnya.
Rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama jajaran, termasuk kemungkinan pengaturan hari kerja yang tetap produktif meski tidak selalu dilakukan dari kantor.
Kunjungan silaturahmi ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga kesinambungan komunikasi antarperiode kepemimpinan. Dengan merangkul pengalaman para pendahulu, Agustina berharap langkah pembangunan ke depan semakin kokoh dan berpihak pada warganya.

Tinggalkan Balasan