SEMARANG – Kota Semarang menorehkan sejarah baru dalam reformasi birokrasi di Jawa Tengah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng, pemerintah kota secara resmi menjadi yang pertama di provinsi ini yang menerapkan sistem meritokrasi penuh dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi. Terobosan monumental ini ditandai dengan pelantikan 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di ruang Lokakrida, gedung Balaikota Semarang Jumat (6/2/2025), yang lolos seleksi objektif Tim Komite Talenta.

“Ini adalah hal baru di Jawa Tengah, dan baru Kota Semarang yang mendapatkan izin untuk itu. Kita mendorong birokrasi bekerja dengan prinsip meritokrasi yang berbasis data,” tegas Agustina di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang. Ia menegaskan, penempatan jabatan kali ini murni berdasarkan kompetensi, rekam jejak, dan data objektif, meninggalkan cara-cara konvensional yang sarat subjektivitas.

Langkah progresif ini bukan tanpa dasar. Awal Januari lalu, Pemkot Semarang telah meraih Anugerah Meritokrasi dengan predikat “Sangat Baik” dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Penghargaan tersebut menjadi pondasi kokoh untuk melanjutkan transformasi. Agustina menyebut sistem yang dibangun “sangat canggih dan ketat sehingga tidak bisa ditembus,” menutup rapat praktik penempatan jabatan karena kedekatan atau pertimbangan politis.

Lebih dari sekadar sistem, Agustina dengan lantang menyerukan perang terhadap praktik suap dan gratifikasi. Di hadapan para pejabat baru, ia menyampaikan peringatan keras: “Jika ada orang yang datang dan minta sejumlah uang setelah pelantikan ini, saya tidak segan-segan mengirim kalian ke proses hukum. Saya ingin menjaga wajah pemerintahan ini agar tetap bersih sampai ke akar-akarnya.”

Wali Kota yang akrab disapa Agustina ini menekankan bahwa jabatan adalah amanah untuk melayani, bukan sekadar kedudukan. Ia meminta para pejabat untuk fokus mewujudkan visi “Semarang Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh” dalam aksi nyata yang dirasakan warga.

“Ukuran keberhasilan panjenengan bukan pada jabatan, tetapi pada perubahan nyata yang dirasakan oleh warga masyarakat,” tuturnya. Dengan semangat “gaspol”, Agustina mengakhiri arahan: “Bekerja dengan ilmu, melayani dengan hati, dan menjaga amanah dengan integritas setinggi-tingginya.”

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah deklarasi: Semarang serius membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kinerja untuk kemajuan kota dan kesejahteraan warganya.