SEMARANG – Menyambut Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggencarkan persiapan penyelenggaraan program mudik dan balik rantau gratis bagi masyarakat. Pendaftaran untuk mudik gratis via bus akan dibuka mulai 4 Februari 2026, menyusul pendaftaran via kereta api pada 11 Februari 2026.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Lanjutan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Komplek Gradhika Bhakti Praja Gubernuran Semarang, Rabu (7/1/2026). Rapat yang dihadiri perwakilan kabupaten/kota, BUMN, BUMD, serta unsur dunia usaha ini bertujuan memastikan kesiapan semua pihak dalam memberikan layanan mudik yang aman, nyaman, dan terorganisir.

Mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sumarno menekankan bahwa program tahunan ini terus dievaluasi untuk perbaikan berkelanjutan. “Berbagai permasalahan di tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk kita perbaiki di 2026. Tujuannya adalah memudahkan saudara-saudara kita agar bisa mudik dengan aman dan selamat,” ujar Sumarno.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi semua mitra penyedia armada, seraya menegaskan bahwa standar keselamatan transportasi adalah hal mutlak yang tidak boleh dikompromikan. “Tidak boleh ada satu pun aspek keselamatan yang terabaikan. Seluruh kendaraan dan kru harus memenuhi semua persyaratan,” tegasnya.

Inventarisasi Armada dan Target Penambahan

Saat ini, Pemprov Jateng telah menginventarisasi sedikitnya 349 unit bus dan 20 armada kereta api untuk melayani mudik dan balik gratis 2026. Jumlah ini masih akan dikejar untuk disamakan dengan capaian tahun 2025 lalu sebanyak 383 unit bus. “Kita berupaya untuk minimal sama dan syukur-syukur ada tambahan armada,” kata Sumarno.

Optimasi Layanan dengan Penambahan Titik Satelit

Guna meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan, program tahun ini akan mengoptimalkan sistem titik satelit pemberangkatan. Kebijakan ini merupakan respons atas masukan dari paguyuban peserta agar titik pemberangkatan lebih dekat dengan domisili warga.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa pemetaan ulang titik satelit telah dilakukan. “Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu menambah biaya menuju lokasi pemberangkatan. Ini bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik,” jelas Sumarno.

Beberapa contoh penataan titik satelit yang telah direncanakan antara lain:

· Pemberangkatan dari Asrama Haji Donohudan (Boyolali) akan memiliki titik satelit di Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten.
· Terminal Tipe A Mangkang (Semarang) akan melayani titik satelit di Jepara dan Blora.
· Terminal Tipe A Bulupitu (Banyumas) akan dilengkapi titik satelit di Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Jadwal Pelaksanaan

Rencana pelaksanaan mudik gratis akan berlangsung pada 16-17 Maret 2026, dengan titik pemberangkatan utama dari Museum Purna Bhakti Pertiwi (Jakarta Timur), PT Dirgantara Indonesia (Bandung), dan Stasiun Pasar Senen (Jakarta).

Sementara untuk balik rantau gratis akan dilaksanakan pada 27-28 Maret 2026.

Dengan persiapan yang matang dan berbagai penyempurnaan layanan, Pemprov Jateng berkomitmen untuk memfasilitasi perjalanan mudik dan balik rantau masyarakat Jawa Tengah dengan prinsip keselamatan, kenyamanan, dan kemudahan akses.