Semarang – Pemerintah Kota Semarang tidak ingin kejadian banjir bandang yang melanda Kecamatan Tugu dan Ngaliyan pada Jumat (15/5) malam berulang. Bergerak cepat (gercep), Wali Kota Agustina Wilujeng langsung menginstruksikan seluruh jajaran dinas untuk turun ke lapangan, fokus pada dua misi darurat: membersihkan material lumpur di jalur vital Silayar (Silayur) serta menambal tanggul Sungai Plumbon yang jebol sepanjang 40 meter.

Banjir yang dipicu intensitas hujan ekstrem di wilayah hulu Ungaran timur dan kawasan lokal Ngaliyan menyebabkan luapan simultan di Kali Silandak dan Kali Plumbon. Dampak paling parah terjadi di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, di mana sebanyak 313 Kepala Keluarga terdampak langsung. Air yang naik dengan cepat tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merobohkan tanggul di RT 01 RW 01, membuat derasnya arus sungai menggenangi rumah-rumah warga hingga mengakibatkan seorang lansia, Ibu Maryam (70), dilaporkan hanyut.

Menghadapi situasi ini, Wali Kota Agustina yang akrab disapa Mbak Ita menegaskan bahwa meskipun Sungai Plumbon secara teknis merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Pemkot tidak akan tinggal diam. Langkah tanggap darurat akan dimulai sejak Sabtu pagi (16/5). “Kita akan kerahkan personel untuk melakukan penambalan tanggul sementara menggunakan ribuan karung pasir (sand bag) dan pemasangan trucuk bambu agar warga merasa aman jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu,” tegasnya.

Sementara itu, di sisi lain, perhatian juga difokuskan pada jalur Silayur di Ngaliyan. Jalan utama yang menghubungkan Semarang dengan Boja ini sempat terputus akibat tertutup lumpur pekat setinggi betis orang dewasa. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang langsung menerjunkan truk tangki air dan alat berat untuk menyemprot serta mengeruk material lumpur. Hingga Jumat malam, proses pembersihan masih terus berlangsung untuk memastikan akses transportasi warga dan logistik darurat kembali normal.

Wali Kota Agustina juga mengimbau warga untuk tidak panik namun tetap waspada. Ia meminta masyarakat bersama jajaran kelurahan dan petugas melakukan gotong royong massal pada Sabtu pagi. “Malam ini petugas pembersihan lumpur masih bekerja di Silayur. Besok pagi saya minta warga bersama jajaran kelurahan melakukan gotong royong massal untuk membersihkan lingkungan masing-masing. Kami berkomitmen untuk mendampingi seluruh warga terdampak hingga situasi kembali kondusif dan aktivitas ekonomi berjalan normal,” pungkasnya.

Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk memetakan titik-titik rawan luapan air di wilayah Semarang Barat. Agustina mengingatkan pentingnya memantau peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG serta memastikan saluran air di sekitar pemukiman tidak tersumbat. Dengan respons cepat dan kolaborasi antara Pemkot, BBWS, dan masyarakat, diharapkan dampak banjir dapat segera diatasi dan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.