DEMAK – Suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan menyelimuti Lapangan Tambak Beras, Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Sabtu (4/4/2026). Ratusan warga RW 05 dari dua lingkungan utama – Pondok Majapahit 1 dan Alfa Residence – mengikuti Pengajian Umum dan Halal Bihalal dengan tema “Merajut Silaturahmi Menguatkan Kebersamaan Warga”.
Turut hadir dalam acara ini antara lain: H. Sudarman (sesepuh), Anshori, Wiranto (Penasehat RW 05), Hadi Paryono (Anggota BPD Desa Bandungrejo), Fahrudin Bisri Slamet (Anggota DPRD Kabupaten Demak), serta seluruh jajaran pengurus RW 05.
Kegiatan yang digagas oleh ibu-ibu PKK RW 05 bersama pengurus RW dan melibatkan generasi remaja ini dibuka dengan pembacaan tahlil bersama, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sambutan.
Sambutan Penuh Makna dari Panitia dan Ketua RW
Ketua panitia, Ustadz Hartana, S.Pd, menyampaikan bahwa halal bihalal adalah momen strategis untuk saling memaafkan atas kesalahan selama setahun. Ia juga mengapresiasi kolaborasi seluruh elemen warga, termasuk peran aktif remaja, dalam menyukseskan acara.
Ketua RW 05, Sarmin, dalam sambutannya mengucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum Taqabal ya kariim” dan mengajak seluruh warga untuk menjadikan momen ini sebagai ajang memperbaiki hubungan. “Dalam kehidupan bertetangga, pasti ada perbedaan pendapat dan dinamika. Namun dengan semangat kebersamaan, kita bisa hadapi dan selesaikan secara bijaksana. Mari kita saling memaafkan, memperkuat kekeluargaan, dan menjaga kerukunan di lingkungan kita,” ujarnya.
Sarmin juga berharap kebersamaan yang terjaga akan membawa kemajuan dan kenyamanan bagi seluruh keluarga RW 05 di masa mendatang.
Tausiyah: Memaknai “Ba’da Ramadhan” dengan Empat Karakter Taqwa
Acara inti diisi oleh tausiyah dari Ustadz M. Chozin. Dengan gaya komunikatif, beliau mengupas makna huruf demi huruf dari kata “Taqwa” :
- Ta (ت) – Tawadu’: Rendah hati, tidak sombong. Beliau mencontohkan bahwa kesombongan adalah akar konflik, seperti yang terjadi di berbagai belahan dunia.
- Qof (Ù‚) – Qona’ah: Merasa cukup dan bahagia atas rezeki yang diberikan Allah, serta memastikan setiap amal memiliki manfaat.
- Wawu (Ùˆ) – Wara’: Menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang Allah.
- Ya’ (ÙŠ) – Yakin: Keyakinan penuh terhadap ketentuan dan pemberian Allah SWT.
Ustadz Chozin mengingatkan bahwa selama 30 hari Ramadhan, umat Islam ditempa untuk beribadah maksimal. “Setelah lulus dari bulan Ramadhan, kita harus tetap menjaga kualitas ibadah. Semoga kita menjadi umat yang dimuliakan Allah, keluar dari Ramadhan seperti bayi yang baru lahir – suci dari dosa,” pesannya.
Beliau menutup dengan doa agar ke depan masyarakat diberikan baldatun toyyibatun wa robbun ghofur (negeri yang baik dengan ampunan Tuhan).
Dimeriahkan Hadroh dan Ditutup Musafahah
Suasana pengajian semakin semarak dengan iringan sholawat dari grup Hadroh Arrohmania binaan Remaja Masjid Baiturohmah. Setelah doa yang dipimpin oleh Ali Imron, seluruh jamaah melakukan musafahah (salaman massal) sebagai simbol saling memaafkan.


Kegiatan berlangsung lancar, aman, dan penuh kekhidmatan, menandakan bahwa semangat gotong royong dan ukhuwah Islamiyah di RW 05 sangat kuat. Diharapkan tradisi halal bihalal ini terus berlanjut sebagai perekat sosial warga.

Tinggalkan Balasan