BATANG – Deru mesin alat berat menggema di sepanjang jalan perkampungan yang sempit, Jumat (3/4/2026). Di balik kabin alat berat itu, ada seorang Babinsa yang tak kenal lelah. Serka Supriono, anggota Koramil 07/Bandar Kodim 0746/Batang, dengan sigap mengawal distribusi alat berat menuju lokasi pembangunan Jembatan Garuda—sebuah proyek infrastruktur yang dinanti-nanti oleh warga setempat.

Pengawalan ini bukan sekadar formalitas. Jalan menuju lokasi pembangunan lumayan jauh dan harus melewati jalan desa yang sempit serta padat aktivitas warga. Tanpa pengaturan yang matang, alat berat berukuran raksasa bisa menyebabkan kemacetan panjang, bahkan membahayakan pengguna jalan lain. Babinsa bersama warga setempat bahu-membahu mengatur lalu lintas, terutama di titik-titik rawan seperti tikungan tajam dan pertigaan kampung.

“Kami hadir untuk memastikan distribusi alat berat ini berjalan dengan aman hingga sampai ke lokasi. Ini merupakan bagian dari tugas kami dalam mendukung pembangunan di wilayah binaan,” ujar Serka Supriono dengan nada mantap di sela-sela pengawalannya.

Menurut Babinsa tersebut, keberadaan alat berat sangat vital dalam percepatan pembangunan Jembatan Garuda. Jembatan ini diharapkan menjadi nadi baru bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat sekitar. Tanpa alat berat, fondasi kokoh jembatan tak akan pernah berdiri. Tanpa pengawalan Babinsa, alat berat itu bisa terhambat berhari-hari di jalan.

Di sisi lain, antusiasme warga begitu terasa. Mereka menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda dengan penuh harap. Nurhadi, salah satu warga setempat, mengungkapkan perasaannya yang selama ini terpendam.

“Selama ini akses menuju wilayah seberang cukup sulit, terutama saat musim hujan. Dengan adanya jembatan, mobilitas warga menjadi lebih mudah dan aman. Kami sangat senang. Nantinya kami tidak perlu lagi memutar jauh atau khawatir saat menyeberang,” tutur Nurhadi dengan mata berbinar.

Ia menambahkan, jembatan tersebut akan memperlancar distribusi hasil pertanian—yang selama ini sering terhambat karena jalur memutar dan rawan rusak—serta mempermudah anak-anak desa menuju sekolah tanpa rasa takut. “Kami berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan,” harapnya.

Warga juga tak lupa mengapresiasi peran aktif Babinsa Serka Supriono dan pihak terkait yang tidak hanya mengawal distribusi alat berat, tetapi juga hadir sebagai pengayom dan motivator di tengah masyarakat. Kehadiran seragam loreng di tengah proyek infrastruktur menjadi simbol bahwa TNI hadir untuk melindungi dan memperlancar pembangunan, bukan hanya di medan perang, tetapi juga di medan perjuangan rakyat: akses, ekonomi, dan pendidikan.

Dengan sinergi yang solid antara TNI, pemerintah desa, kontraktor, dan masyarakat, proses pembangunan Jembatan Garuda diyakini akan berjalan sesuai rencana. Jembatan ini bukan sekadar struktur beton dan baja, melainkan jembatan penghubung harapan—menyatukan dua sisi wilayah, mengalirkan hasil bumi, dan mengantarkan anak-anak ke masa depan yang lebih cerah.