SEMARANG – Polda Jawa Tengah menggelar Upacara Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma sebagai simbol pergantian kepemimpinan dari Kapolda lama, Irjen Pol Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., kepada Kapolda baru, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H. Upacara berlangsung khidmat di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Selasa pagi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Kapolda baru yang dipimpin Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Dr. Latif Usman, S.I.K., M.Hum. Irjen Pol Roy Hardi Siahaan beserta ibu tiba di gerbang Mapolda dan disambut pengalungan karangan bunga. Keduanya kemudian melintasi jajaran kehormatan pedang pora menuju lobi Mapolda.
Di lobi, Kapolda baru disambut langsung oleh Kapolda lama, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Prosesi penyambutan juga diwarnai penyerahan buket bunga kepada Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah yang baru, sebagai bagian dari tradisi keluarga besar Polda Jateng.
Prosesi inti ditandai dengan Upacara Serah Terima Pataka Polda Jateng “Maneka Tunggal Dharma”. Kapolda lama dan Kapolda baru memasuki lapangan upacara, diikuti jajaran personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Jateng.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa serah terima Pataka merupakan bagian penting dalam perjalanan pengabdian dan menandai estafet kepemimpinan Polda Jateng.
Irjen Pol Dr. Ribut Hari Wibowo dalam sambutannya mengatakan, ” Hari ini juga saya menyerahkan Pataka Kapolda Jawa Tengah sebagai simbol kehormatan, jati diri dan tanggung jawab pengabdian untuk mengingatkan kita bagaimana kita akan mengabdikan diri dengan lebih baik kepada masyarakat. Berbagai capaian yang kita raih bukanlah keberhasilan seorang Kapolda, tapi adalah hasil kerja bersama seluruh keluarga besar Polda Jawa Tengah.”
Kepada seluruh jajaran, Irjen Pol Ribut berpesan agar terus menjaga solidaritas, integritas, dan kepercayaan masyarakat. Ia juga meminta dukungan dan loyalitas penuh kepada Kapolda baru.
Irjen Pol Ribut berpesan, ” Jaga kehormatan Pataka kita, jaga solidaritas, jaga integritas, dan jaga kepercayaan masyarakat. Lanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik. Kalau kemarin dukungan 100 persen, sekarang tingkatkan 200 persen. Semua loyalitas tetap lurus kepada Bapak Kapolda yang baru.”
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah yang baru, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Irjen Pol Ribut Hari Wibowo selama memimpin Polda Jateng. Menurutnya, berbagai kebijakan, capaian, inovasi, dan nilai baik yang telah dibangun menjadi fondasi penting untuk dilanjutkan.
“Pataka ini bukan sekadar simbol seremonial. Di dalamnya terkandung sejarah perjuangan, nilai pengabdian para pendahulu, kehormatan institusi sekaligus amanah yang harus kita pertanggungjawabkan kepada masyarakat”, ujar Irjen Pol Roy Hardi Siahaan.
Dalam menjalankan amanah tersebut, Irjen Pol Roy Hardi menjabarkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” melalui tiga penekanan utama.
Pertama, Polri harus bertindak tegas terhadap tindak pidana yang meresahkan masyarakat, seperti narkotika, perjudian, begal, pencurian dengan kekerasan, dan kejahatan lain yang mengganggu rasa aman.
Kedua, ketegasan itu harus berjalan beriringan dengan sikap humanis terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang berada dalam posisi lemah. Ketiga, Polri harus bergerak cepat terhadap setiap laporan, pengaduan, maupun permintaan pertolongan masyarakat.
“Kita harus bertindak tegas terhadap tindak pidana yang sangat meresahkan masyarakat. Kemudian kita harus humanis kepada kaum rentan, perempuan, disabilitas maupun mereka yang dianggap kaum lemah. Dan kita harus bergerak cepat terhadap semua laporan atau pengaduan yang masyarakat sangat membutuhkan pertolongan”.
Irjen Pol Roy Hardi juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pemangku kepentingan di Jawa Tengah untuk bersama-sama menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik.
“Kami mohon dukungan dari seluruh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh stakeholder. Mohon kami diterima sebagai warga Jawa Tengah dan sebagai Kapolda Jawa Tengah”, ujarnya.
Serah terima Pataka “Maneka Tunggal Dharma” menegaskan bahwa kepemimpinan dapat berganti, tetapi kehormatan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat terus dilanjutkan. Di bawah kepemimpinan Kapolda Jateng yang baru, semangat itu diterjemahkan melalui ketegasan terhadap kejahatan, pelayanan humanis kepada kelompok rentan, serta respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.
Tinggalkan Balasan